Pernah Dihina Iis Dahlia, Pedangdut Ini Ternyata Kaum Bangsawan

Donny Adhiyasa, Nuvola Gloria
·Bacaan 1 menit

VIVA – Masih ingat dengat Waode Sofia? Peserta audisi Kontest Dangdut Indonesia (KDI) 3 tahun silam itu pernah dihina oleh pedangdut kenamaan Iis Dahlia. Kala itu, dia mengikuti kontes dangdut tersebut tanpa mengenakan busana gaun yang indah.

Dia juga dianggap tak mempoles wajahnya dengan riasan yang menawan. Sehingga Iis pun langsung menghina Waode Sofia.

Sofia dianggap tidak memperhatikan penampilan saat bertarung untuk karier masa depan. Seperti apa perubahan mengesankan yang dialami Waode usai dikritik Iis Dahlia? simak ulasannya berikut ini.

"Tadi kamu di luar ketemu temen-temenmu enggak? Pakai beda enggak? Pakai lipstik enggak? Pakai baju yang bener enggak?" tegas Iis Dahlia dengan kritikan pedasnya.

Cuplikan video itu sempat viral dan menjadi buah bibir beberapa lama. Banyak pihak yang menyayangkan sifat Iis karena dianggap tak sopan dan merendahkan seseorang.

Namun kini bagaimana kabar Waode Sofia? Ternyata dia telah menikah pada tanggal 1 November 2020. Bahkan saat ini Waode Sofia dengan bangga mengumumkan bahwa dia sedang hamil.

"Finallyyyythankss thanks thanksss bangatt ya allah. Alhamdulillah bisa dpet kebahagiaan secepet ini ngk tau mau ngomong apa lagii intinya bahagia bangetttSmga bisa menjalani tanggung jawab sbesar ini dengan baik kedepanya aamiin amiin," tulis Waode di Instagram pribadinya, @waode_sofia07.

Dan siapa sangka, gadis belia yang dulu dihina Iis ternyata merupakan anak bangsawan Buton. Ya, Waode Sofia berasal dari kota Bau Bau yang memiliki gelar kebangsawanan pada namanya yaitu Ode.

Ode adalah gelar bangsawan dari kesultanan Buton. Kota Bau Bau merupakan tempat berdirinya kerajaan Buton.

Secara tersirat Wa Ode artinya adalah orang yang mulia atau terpuji di hadapan Allah SWT. La Ode atau Wa Ode itu tidak diberikan kepada anak turunan, hanya diberikan kepada Sultan terpilih.

Sementara Waode Sofia sendiri mulai dikenal luas karena mengikuti audisi KDI 3 tahun lalu. Dia menikah dengan nuansa adat tradisi daerahnya.