Pernah Dikeroyok, Ade Armando Mengaku Trauma Bepergian ke Tempat Asing

Merdeka.com - Merdeka.com - Pascaaksi pengeroyokan di depan gedung DPR, Senin (11/4) lalu, pegiat media sosial Ade Armando mengaku trauma bila ingin berpergian ke tempat publik.

"Saya enggak mudah lagi begitu saja untuk berada di tempat yang tidak saya kenal," ucap Ade di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (27/7).

Ia bahkan harus berpikir kembali bila ingin bepergian ke luar. "Bahkan kalau ke mal saya harus pertimbangkan, apapun begitu, kira-kira yang datang ke mal ini siapa ya," ujarnya.

Meskipun begitu, ada pengecualian untuk dirinya bisa bepergian keluar seperti ke tempat yang ia kenal.

"Kalau misal ke pesta kawinan saya masih okelah. Karena saya kenal orang-orangnya," imbuh Ade.

Di lain cerita, Dosen asal Universitas Indonesia (UI) Ade Armando, menceritakan kronologi pengeroyokan yang menimpa dirinya. Ia mengatakan bahwa kejadian tersebut bermula dari teriakan seorang ibu-ibu.

Ade menjelaskan, kala itu dia bersama rekannya dari Pergerakan Indonesia Untuk Semua (PIS) yang terdiri dari lima orang melakukan peliputan demo di depan gedung DPR pada Senin (11/4) lalu. Seketika ada seorang ibu berbicara kepada Ade.

"Saya lupa persisnya tapi kira-kira 'Sebagai orang Padang saya malu dengan Anda'. Saya terus berusaha mengejar ulang dan mempertanyakan maksud anda apa," ujar Ade saat menjadi saksi persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu, (27/7).

Menurut Ade, terdapat dua ibu yang mengatakan hal serupa dan menyebut penista agama. Namun, kedua ibu itu pergi setelah mengatakan hal tersebut.

Saat Ade ingin meninggalkan lokasi, tiba-tiba didatangi masa yang memukulnya dari belakang. Serangan itu berlangsung bertubi-tubi oleh masa, sambil ada yang meneriakan 'keroyok Ade Armando'.

"Saya teruyung-uyung. Saya jatuh, begitu saya jatuh saya ditendangi berulang-ulang oleh orang-orang tersebut. Saya akibatnya harus menutupi kepala saya dengan menaikkan tangan saya dua untuk melindungi kepala saya," ujar Ade.

Ade mengatakan beberapa orang menarik celana yang dikenakannya. Ia tak bisa menahan itu lantaran harus melindungi kepala dari pukulan.

"Saya enggak mungkin lagi menahan celana saya. Sehingga, akhirnya celana bisa diturunkan," ucap Ade.

Salah seorang kepolisian pun menghampiri dan mengamankan ade ke pos keamanan DPR. Akibatnya ade menderita luka di bagian kepala belakang, wajah, dan badan. Ia dilarikan ke rumah sakit dan menjalani perawatan selama dua pekan. [eko]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel