Pernah Disebut Gila, Dani Alves Ungkap Luka Lama di Barcelona

Zaky Al-Yamani
·Bacaan 1 menit

VIVADani Alves kembali mengungkit pertikaian lamanya dengan Josep Maria Bartomeu dan jajaran dewan direksi Barcelona. Dan perlawanan Alves kini terbukti seiring penangkapan Bartomeu terkait kasus hukum beberapa waktu lalu.

Pemain asal Brasil itu adalah salah satu bagian terpenting dari era keemasan Barcelona sebelum dia akhirnya pergi pada tahun 2016. Tetapi dia tidak menyesali kepergiannya dan mengatakan bahwa dia tidak merindukan mantan klubnya.

"Saya tidak percaya pada orang-orang yang mengendalikan klub saat itu. Belakangan, terbukti bahwa saya benar," kata Alves di Instagram ketika ditanya kepindahannya dari klub, seperti dilansir Marca, Senin 29 Maret 2021.

"Karena saya orang pertama yang mengatakan hal itu, saya disebut gila. Tapi seperti biasa, saya orang gila yang benar," lanjut Alves yang merupakan bagian penting saat Barcelona meraih treble winner 2009.

Ini bukan kali pertama Alves mengkritik mantan klubnya itu. Kritikan pedas juga pernah disampaikan Alves pada November 2020 lalu, seiring performa buruk Barcelona. Ia menilai tim tersebut kini telah kehilangan identitas.

"Sebelumnya, Barcelona punya identitas. Mereka kehilangan itu, apa yang membuat Barcelona berbeda adalah gaya dan nilai mereka. Dalam hidup, Anda tidak boleh mencoba menjadi apa yang bukan diri Anda," ujar Alves.

Alves menjelaskan maksudnya, kini skuat asuhan Ronald Koeman itu menurutnya telah menjadi tim komersial. Hal ini terlihat dari kebijakan transfer pemain yang tidak sesuai identitas klub dalam beberapa tahun terakhir.

"Barcelona sekarang mencoba menjadi tim komersial, alih-alih menjadi tim dengan kepribadian mereka sendiri. Di masa lalu klub menandatangani pemain yang mereka butuhkan dan itu sesuai dengan filosofi klub," ungkapnya.

"Sekarang, mereka telah merekrut banyak pemain tanpa konsep atau identitas Barcelona. Banyak pemain mahal tetapi tidak mempertahankan identitas klub. Manajemen telah beralih ke 'prostitusi'."

"Barcelona dulu mempertahankan filosofi mereka, tetapi kini mereka tidak lagi memilikinya," tambah Alves.