Pernah Ditawari Masuk Kabinet, Andi Gani: Saya Lebih Nyaman Jadi Presiden Buruh

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Andi Gani Nena Wea mengaku dirinya pernah ditawari Presiden Joko Widodo atau Jokowi masuk ke kabinet Indonesia Maju. Namun, kala itu Andi Gani menolak karena merasa lebih nyaman menjadi Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI).

"Saya menyampaikan kepada Presiden, bahwa saya lebih baik berada di posisi saya sekarang sebagai Presiden Komisaris BUMN PT. PP dan sebagai presiden buruh. Saya merasa lebih nyaman berada di luar kabinet," kata Andi Gani kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (14/4/2021).

Dia juga menjawab isu reshuffle (perombakan) kabinet usai dileburnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan Kementerian Riset dan Teknologi serta pembentukan Kementerian Investasi. Andi Gani meyakini dengan peleburan dan penambahan kementerian ini, maka akan ada reshuffle kabinet untuk mengisi posisi yang kosong.

"Urusan reshuffle, kita serahkan semuanya kepada Presiden dan saya yakin Presiden akan memutuskan yang terbaik. Saya tidak tahu kapan," ucapnya.

"Tetapi memang dengan adanya peleburan dua kementerian pasti akan ada terjadi pergantian ataupun posisi sekarang tetap dan hanya berganti nama saja," sambung Andi Gani.

Dia menekankan akan konsisten terhadap pilihannya untuk tetap berada di luar kabinet Jokowi, apabila kembali ada ajakan dari Jokowi menjadi menteri. Dengan berada di luar kabinet, Andi Gani merasa lebih nyaman menyampaikan masukan ataupun kritikan kepada Jokowi.

"Saya tidak berubah, konsistennya saya sudah menetapkan hati untuk tetap berada di luar kabinet. Merasa lebih nyaman dan bisa menyampaikan apapun kepada presiden. Jadi kalau banyak pihak merasa lebih nyaman di kabinet, saya merasa nyaman berada di luar kabinet," tutur dia.

Resfhuffle Kabinet Pekan Ini

Sebelumnya, isu reshuffle (perombakan) kabinet kembali menguat usai DPR menyetujui peleburan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dengan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) serta pembentukan Kementerian Investasi. Ngabalin mengatakan Jokowi akan melakukan reshuffle kabinet pada pekan ini.

"Pekan ini, bisa pekan ini, gitu," ucap Ngabalin kepada wartawan, Selasa 13 April 2021.

Menurut dia, surat presiden (surpres) yang mengusulkan pengagabungan Kemendikbud dan Kemenristek serta pembentukan Kementerian Investasi sudah disetujui DPR. Untuk itu, Ngabalin menilai Jokowi tak akan menunda untuk melakukan perombakan kabinet.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: