Pernah Merasa Kesetrum Saat Menyentuh Orang Lain? Ini Alasannya

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Tubuh manusia bisa menghasilkan sesuatu yang luar biasa seperti merasakan tersengat listrik ketika saling bersentuhan kulit.

Mengutip dari Bright Side, Kamis (18/3/2021), terkadang kita dapat menghantarkan listrik dalam jumlah kecil ke benda lain.

Mungkin beberapa orang pernah mengalami sengatan listrik ringan saat mendekati orang lain atau menyentuh suatu benda.

Beberapa juga bertanya-tanya mengapa fenomena ini terjadi dan bagaimana cara kerjanya?

Maka berikut ini adalah jawaban atas pertanyaan yang sering ditanyakan tersebut:

1. Atom dalam tubuh kita memiliki energi positif, negatif, dan netral

Ilustrasi proses fusi nuklir yang membentuk inti deuterium, yang terdiri dari proton dan neutron, dari dua proton. Positron (e +) - elektron antimateri — dipancarkan bersama dengan elektron neutrino. (Public Domain)
Ilustrasi proses fusi nuklir yang membentuk inti deuterium, yang terdiri dari proton dan neutron, dari dua proton. Positron (e +) - elektron antimateri — dipancarkan bersama dengan elektron neutrino. (Public Domain)

Segala sesuatu di sekitar kita terdiri dari atom dan tentu saja hal ini termasuk tubuh manusia.

Atom terbuat dari proton, elektron, dan neutron.

Masing-masing memiliki muatan positif, negatif, atau netral, dan tanpa pengecualian.

Sementara atom umumnya memiliki jumlah yang agak stabil dari 3 jenis partikel ini, elektron cenderung berpindah dari satu tempat ke tempat lain sepanjang waktu.

Itu berarti mereka dapat berpindah dari furnitur ke pakaian kita, dan dari sana ke bahu rekan kerja ketika kita menyapa mereka dan memberi mereka tepukan di bahu atau jabat tangan.

2. Listrik statis terjadi ketika energi negatif tidak seimbang

Ilustrasi balon (Dok.Unsplash)
Ilustrasi balon (Dok.Unsplash)

Ketika ada kekurangan keseimbangan antara elektron dan proton, atau dengan kata lain, ketidakseimbangan energi negatif dan positif, maka disebut sebagai listrik statis.

Terlepas dari namanya yang rumit, manusia mungkin telah menciptakan listrik statis sendiri.

Misalnya, jika pernah mengusapkan rambut ke balon, maka sedang "mengambil" beberapa elektron lebih banyak daripada sebelumnya.

Namun, jika beberapa saat kemudian, mendekati benda bermuatan positif, misalnya benda logam atau apa pun yang terbuat dari bahan konduktif, mungkin akan merasakan sedikit sengatan listrik.

Ini adalah elektron yang bergerak dari satu tempat ke tempat lain, mencoba mendapatkan kembali keseimbangan.

3. Sengatan listrik kecil lebih sering terjadi saat cuaca dingin dan kering

Ilustrasi Musim Dingin | unsplash.com/@freestocks
Ilustrasi Musim Dingin | unsplash.com/@freestocks

Selama musim dingin, atau di bagian dunia yang iklimnya sangat kering dan dingin, listrik statis mungkin lebih sering terjadi.

Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa udara lembab sebenarnya adalah konduktor alami, yang dapat membantu menghindari pelepasan yang lebih kuat, seperti yang terjadi di lingkungan yang kelembapannya lebih rendah.

Dalam kasus yang terakhir, kurangnya kelembaban dapat menyebabkan seringnya pelepasan muatan listrik saat seseorang memegang atau menyentuh permukaan tertentu.

4. Ada bahan tertentu yang memberi kita elektron

Ilustrasi Listrik (sumber: Pixabay)
Ilustrasi Listrik (sumber: Pixabay)

Seperti yang mungkin sudah diketahui, logam adalah konduktor utama listrik, sehingga digunakan untuk membuat objek khusus yang tujuan utamanya adalah menghantarkan listrik.

Namun, ada juga serat, seperti poliester, yang memiliki tingkat konduktivitas rendah dan masih dapat terlibat dalam transit listrik yang bergerak dari satu tempat ke tempat lain ketika kita tiba-tiba memberi atau menerima sengatan listrik ringan ini.

Poliester, misalnya, ditemukan di banyak benda yang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari termasuk furnitur dan pakaian.

Tips menghindari sengatan listrik ringan

Ada beberapa langkah mudah yang bisa dilakukan jika ingin mencegah fenomena ini ketika menjadi gangguan dalam kehidupan sehari-hari.

1. Jangan menggunakan sepatu karet saat berjalan di lantai yang menghasilkan listrik statis

2. Pastikan untuk melembabkan kamar jika sudah mencurigai penyebab di balik listrik statis adalah kondisi dingin dan kering.

3. Gunakan pakaian yang terbuat dari katun untuk menghindari terjadinya statis setiap kali Anda memakainya.

4. Jaga kelembapan kulit.

5. Sentuh logam terus-menerus sehingga listrik statis dilepaskan dalam jumlah kecil, bukan sekaligus.

6. Ada juga produk anti-statis yang dapat membantu membersihkan permukaan.

Repoter: Veronica Gita

Infografis 5 Tips Cegah Covid-19 Saat Beraktivitas dengan Orang Lain

Infografis 5 Tips Cegah Covid-19 Saat Beraktivitas dengan Orang Lain. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis 5 Tips Cegah Covid-19 Saat Beraktivitas dengan Orang Lain. (Liputan6.com/Abdillah)

Saksikan Video Berikut Ini: