Pernah Tegur Keras Telkom, Erick Thohir Sebut Itu Ungkapan Sayang

Daurina Lestari, Reza Fajri
·Bacaan 1 menit

VIVA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, meminta PT Telkom Indonesia Tbk melakukan sejumlah transformasi agar terus meningkatkan kinerja. Menurut Erick, Telkom juga bisa membuat perubahan selama masa pandemi ini.

"Saya lihat Telkom ini perusahaan terbesar yang dimiliki BUMN secara infrastruktur, dan yang bisa mendorong perubahan yang terjadi atas COVID-19," kata Erick secara virtual, Kamis 19 November 2020.

Erick mengakui dirinya pernah menyampaikan pernyataan keras terhadap Telkom beberapa waktu lalu. Namun, pernyataan keras itu dianggapnya sebagai ungkapan rasa sayang kepada Telkom.

"Saya mohon maaf bicara keras bukan karena tidak sayang, tapi karena saya sayang," ujar Erick.

Erick mengingatkan, kapitalisasi pasar Telkom kini sudah mencapai Rp317 triliun. Menurut Erick, angka itu memang bisa saja turun, tetapi juga bisa naik lagi karena kepercayaan dari investor akan model bisnis Telkom.

Baca juga: Polisi Selidiki Pertemuan Anies Baswedan di Rumah Habib Rizieq

"Investor itu tidak bodoh. Investor itu percaya kepada perusahaan yang punya strategi jangka panjang dan adaptasi atas perubahan itu," kata dia.

Meskipun demikian, menteri BUMN mengaku belum puas dengan nilai kapitalisasi Telkom tersebut. Dia juga mengingatkan dulu nilai kapitalisasi Telkom pernah mencapai Rp450 triliun.

"Kalau dulu nilai kapitalisasi Telkom Rp450 triliun, saya mau di bawah kepengurusan komisaris dan direksi ini valuasi Telkom harus sama kembali," kata sang menteri. (art)