Pernikahan Dibawah Umur Menjadi Momok Bagi JUtaan Anak Gadis

​Pernikahan dibawah umur umumnya terjadi pada negara miskin. Sehingga pernikahan jutaan gadis di bawah usia 18 tahun menjadi pilihan dengan berbagai alasan dan berbagai dampaknya. Berdasarkan hasil penelitian dari Inggris, gadis di bawah usia 18 menikah setiap tiga detik sebanyak 10 juta orang setiap tahun.

"Ini merupakan salah satu masalah besar, dimana kami ingin membantu jutaan gadis untuk melawan adanya pernikahan dibawah umur," kata peneliti dari Inggris, Marie Staunton, sebagaimana dilansir dari reuters.

Umumnya di negara miskin, gadis dipaksa menikah diharapkan bisa memberi kontribusi ekonomi bagi rumah tangga mereka.Praktek ini juga memperkuat konsep perempuan sebagai beban berharga pada keluarga mereka akan disingkirkan sesegera mungkin.

Padahal, gadis yang menikah dibawah usia 18 tahun, resiko kesehatan bahkan sampai pada kematian sangat tinggi. Perempuan di bawah 15, tubuh mereka masih berkembang dan pelvises mereka sempit, sehingga kemungkinan resiko meninggal lima kali lebih besar selama kehamilan atau melahirkan

Sebagian besar dari kematian di negara berkembang, di mana kurangnya perawatan pra-dan pasca-natal dan prosedur canggih seperti bedah caesar membuat kehamilan dan persalinan jauh lebih berisiko daripada di negara-negara kaya. Di Afrika, misalnya, 60 persen wanita dan anak perempuan melahirkan tanpa kehadiran profesional ahli medis.

Berdasarkan data PBB, di seluruh 70.000 perempuan berusia 15-19 meninggal setiap tahun selama kehamilan atau persalinan, UNICEF mengatakan. Karena itu PBB menilai kehamilan penyebab utama kematian dalam kelompok umur, komplikasi persalinan dan aborsi tidak aman.

ghiboo

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.