Pernikahanku Membosankan, Tapi Aku Tak Pernah Ingin Menggantinya dengan yang Lain

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Setiap orang mungkin pernah mengalami kebosanan menjalani hubungan cinta dengan pasangannya, itu juga yang dialami perempuan bernama Jen Anderson yang menceritakan kisahnya dalam Yourtango.com ketika mengalami kejenuhan dalam pernikahan.

Pernikahanku membosankan. Luar biasa sangat membosankan. Pasangan lain yang menikah mungkin bisa menemukan sedikit kegembiraan di sela-sela pernikahan mereka, tapi aku tak merasakan hal itu.

Setelah 7 tahun pernikahan dan total 11 tahun dengan masa pacaran kami sebelum menikah, hubungan kami terasa sangat datar seakan kasih sayang dan cinta kami keluar menguap begitu saja. Masih punya antusiasme terhadap satu sama lain? Tentu. Gairah? Tidak terlalu. Romantisme? Jelas tidak.

Kebahagiaan mendapatkan kejutan berupa buket bunga secara tiba-tiba darinya atau ungkapan cinta mendadak saat hari spesial? Orang lain mungkin melakukannya, tapi kami tidak.

Pernikahan yang tenang justru perlu disyukuri

Ilustrasi pasangan./Copyright shutterstock.com/g/nd3000
Ilustrasi pasangan./Copyright shutterstock.com/g/nd3000

Meski demikian aku suka rutinitas ini, kondisi dan situasi ini. Bahkan kemungkinan banyak perempuan lajang di luar sana berharap bisa memiliki kondisi yang membosankan ini.

Terkadang aku heran mengapa kami tak pernah bertengkar, karena orang bilang bertengkar dengan pasangan baik untuk kesehatan dan pernikahan itu sendiri. Tapi Mike (suamiku) tipe pria yang santai, tidak pernah membentak saat marah dan bahkan ia heran mengapa dia harus melakukan itu. Dan apakah aku akan menyukainya saat ia membentakku? Tentu saja tidak.

Memiliki pernikahan yang membosankan bukan berarti kita bosan terhadap satu sama lain. Ketika aku mendengar gemerincing kunci di pintu saat ia pulang, aku masih suka menyambutnya seperti anjing yang bahagia ketika pemiliknya datang.

Kita jarang sekali bercinta, padahal katanya bercinta dengan pasangan bisa memperkuat ikatan pernikahan. Tapi kami sepertinya tak butuh itu, ia juga tak mempermasalahkan hal itu. Kami nyaman hidup seperti ini, aku bahkan tertawa geli jika ia berusaha bersikap romantis.

Mungkin pernikahan kami memang membosankan, tanpa percikan kehangatan di sana-sini seperti pernikahan orang lain, tapi sepertinya itulah yang harus aku syukuri. Karena bagaimana pun, aku tak pernah ingin mengganti pernikahan membosankan ini dengan apa pun yang lebih baik.

#ChangeMaker with FIMELA