Pernyataan Keluarga Dokter yang Meninggal Usai Vaksin Ketiga

·Bacaan 1 menit

VIVA – Seorang dokter bernama dr Andi Yuswardani Makmur di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan meninggal dunia setelah menerima vaksin ketiga atau vaksin booster jenis moderna. Pihak keluarga mendiang pun memberikan pernyataan.

H. Andi Makmur Asbar, selaku perwakilan keluarga, menyatakan pihaknya telah mengikhlaskan kepergian dr Yus, sapaan almarhumah.

"Dan pihak keluarga menerima itu sebagai takdir dari Allah Subhanahu wa Ta'ala," ujarnya melalui keterangan persnya, Kamis, 26 Agustus 2021.

Baca juga: Sri Mulyani: Perubahan Iklim dan COVID-19 Ancamannya Sama

Andi Makmur mengatakan sangat menghargai perhatian dari masyarakat atas masalah kematian dokter Yus. Apalagi, dia mengatakan, almarhumah memang sudah menjadi milik masyarakat karena berprofesi sebagai pelayan masyarakat.

"Kami sangat menghargai perhatian dari pemerintah dengan adanya Tim Investigasi dan siap memberikan keterangan sesuai yang dibutuhkan. Kiranya berita yang muncul tidak menimbulkan polemik dan menambah beban keluarga yang masih sedang berduka cita. Demikian penyampaian kami. Atas perhatiannya diucapkan terima kasih," terang Andi Makmur.

Sebelum wafat, dr Yus divaksin booster pada Jumat, 20 Agustus 2021, sekitar pukul 12.22. Pihak Rumah Sakit Umum Daerah Sulthan Daeng Radja Bulukumba telah memastikan setelah pemberian itu, juga sudah dilakukan screening dan pemeriksaan tanda-tanda vital.

"Setelah vaksinasi dilakukan, selanjutnya dilakukan observasi selama 15 menit, dan kemudian (dr Yus) meninggalkan area vaksinasi tanpa keluhan," ujar Gumala Rubiah selaku juru bicara pihak rumah sakit, Rabu kemarin.

Dokter Yus tiba-tiba tidak sadarkan diri saat mencuci di kediamannya, pada Minggu, 22 Agustus 2021. Tak lama setelahnya setelah dibawa ke rumah sakit, dia dinyatakan telah meninggal dunia.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel