Pernyataan Lengkap Polri Tetapkan Bharada E Tersangka Pembunuhan Brigadir J

Merdeka.com - Merdeka.com - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) telah menetapkan Bharada E sebagai tersangka kasus pembunuhan terhadap Brigadir J. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo menuturkan, Polri akan memeriksa siapa saja yang terkait dalam peristiwa di rumah Irjen Pol Ferdy Sambo tersebut.

Dia menyebutkan, selain Tim Khusus dan Tim Penyidik Khusus Bareskrim Polri yang bekerja secara maraton melakukan pemeriksaan dan pendalaman di tempat kejadian perkara (TKP), juga terdapat institusi Inspektorat Khusus (Irsus) yang bakal memeriksa siapa saja yang terkait peristiwa tersebut.

"Irsus ini melakukan pemeriksaan terhadap siapa saja yang terkait menyangkut masalah peristiwa yang ada di TKP Duren Tiga," kata Dedi di Mabes Polri, Rabu (3/8) malam.

Berikut pernyataan lengkap Polri:

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo:

Malam hari ini ada dua hal yang perlu saya sampaikan kepada teman-teman media. Yang pertama adalah Pak Dirpidum akan menyampaikan tentang penetapan tersangka terkait kasus tembak menembak di TKP Duren Tiga.

Kemudian nanti juga setelah Pak Dirpidum menyampaikan penetapan tersangka, saya juga akan menyampaikannya lagi satu hal lagi, ini menunjukkan komitmen dari Bapak Kapolri. Akan membuka kasus ini secara terang benderang, namun demikian kami mohon untuk bersabar, karena semuanya masih berproses.

Asas ketelitian kehati-hatian kecermatan dan proses pembuktian secara ilmiah ini merupakan standar operasional prosedur dari timsus yang dibentuk oleh Bapak Kapolri

Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Pol Andi Rian Djajadi:

Berdasarkan rangkaian penyelidikan dan penyidikan yang sudah dilaksanakan sejauh ini oleh timsus khususnya Bareskrim Polri, di mana sampai dengan hari ini penyidik sudah melakukan pemeriksaan kepada 42 orang saksi, kemudian juga termasuk di dalamnya adalah ahli-ahli baik dari unsur biologi kimia forensik, dan metalurgi balistik forensik, IT Forensik, dan kedokteran forensik, termasuk telah melakukan penyitaan terhadap sejumlah barang bukti baik berupa alat komunikasi, CCTV, dan barang bukti yang ada di TKP, sudah diperiksa atau diteliti oleh laboratorium forensik maupun yang sedang dilakukan pemeriksaan di laboratorium forensik.

Dari hasil penyidikan tersebut pada malam ini penyidik sudah melakukan gelar perkara, dan pemeriksaan saksi juga sudah kita anggap cukup untuk menetapkan Bharada E sebagai tersangka, dengan sangkaan pasal 338 KUHP jo pasal 55 dan 56 KUHP.

Pemeriksaan atau penyidikan tidak berhenti sampai di sini. Ini tetap berkembang sebagaimana juga rekan-rekan ketahui masih ada beberapa saksi lagi yang akan kita lakukan pemeriksaan beberapa hari ke depan.

Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Pol Andi Rian Djajadi:

Bharada E ada di Bareskrim di Pidum. Setelah ditetapkan tersangka tentu akan dilanjutkan dengan pemeriksaan sebagai tersangka dan langsung akan kita tangkap dan kita tahan.

Pasal 338 jo 55 dan 56 KUHP, jadi (Bharada E) bukan bela diri.

Sampai saat ini untuk Ibu PC (Putri Candrawathi) masih belum bisa dilakukan pemeriksaan.

(Irjen Pol Ferdy Sambo) dijadwalkan (diperiksa) besok (Kamis) jam 10.00 WIB. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel