Perokok Pasif Juga Rentan Terpapar Virus Corona Covid-19

Liputan6.com, Jakarta - Virus Corona mudah menyerang orang dengan tingkat imunitas rendah. Tidak hanya lanjut usia, perokok juga masuk kategori tersebut.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut perokok lebih rentan terhadap virus Corona. Pasalnya, perokok menyentuh mulut dengan jari-jari yang kemungkinan terkontaminasi. Akibatnya virus menyentuh mulut dan bisa masuk ke dalam tubuh.

Selain itu, perokok memiliki gangguan paru-paru. Padahal Covid-19 adalah penyakit yang menyerang sistem pernapasan dan menyebabkan masalah seperti sesak napas, batuk, dan radang paru-paru.

Para ahli medis menjelaskan, virus Corona bisa menyebabkan peradangan pada saluran udara, diikuti oleh iritasi pada lapisan saluran udara ketikan memasuki saluran pernapasan.

Hal tersebut membuat seseorang batuk dan sesak napas. Jika kondisinya berkembang, virus mencapai kantung udara dan menginfeksi. Kondisi radang ini biasanya dalam bentuk cairan dan menyebabkan pneumonia karena tubuh tidak dapat menerima oksigen yang cukup.

Bagi perokok yang sudah memiliki paru-paru yang terganggu, masalah bisa lebih serius. Menurut sebuah penelitian, dilansir Boldsky, sekitar setengah dari orang dewasa mengidap pneumokokus adalah perokok.

Juga, ada peningkatan risiko 51 persen penyakit pneumokokus pada orang yang merokok, 17 persen pada orang yang perokok pasif, serta 14 persen pada orang dengan penyakit kronis.

 

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

Terinfeksi Lebih Cepat

Ilustrasi Foto Stop atau Berhenti Merokok (iStockphoto)

 

Mencontoh penyakit pernapasan di Timur Tengah (MERS-CoV) yang terjadi pada tahun 2012, perokok dan orang dengan penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) terinfeksi lebih cepat, dibandingkan dengan orang sehat atau orang yang tidak merokok.

Sebuah studi dalam Journal of Clinical Infectious Diseases juga menyebut, orang merokok telah meningkatkan kadar protein yang disebut Dipeptidyl peptidase-4 (DPP4). Hal ini membuat sel paru-paru lebih rentan terkena infeksi virus Corona.

Masalahnya, bukan perokok aktif saja yang memiliki ancaman ini. Perokok pasif juga rentan terhadap virus Corona atau penyakit pernapasan. Ini karena paru-paru mereka sudah terkena karsinogen atau racun.