Perolehan Medali Indonesia di Olimpiade dari Masa ke Masa

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pertama kali mengikuti Olimpiade pada 1952 di Helsinki, Finlandia, Indonesia harus menunggu cukup lama untuk merasakan kenikmatan naik podium.

Momen yang ditunggu akhirnya datang pada Seoul 1988. Trio Srikandi Nurfitriyana Saiman, Kusuma Wardhani, dan Lilies Handayani mempersembahkan medali perak dari nomor tim putri cabang olahraga panahan.

Capaian tersebut menjadi modal sangat berharga bagi pelaku olahraga Tanah Air. Kesuksesan tim panah putri menumbuhkan kesadaran kalau Indonesia bisa bersaing dengan dunia.

Semangat untuk berlatih dan berkompetisi berkobar sehingga hasilnya terlihat pada edisi-edisi berikutnya. Indonesia merebut medali emas pertama empat tahun berselang atas nama Susi Susanti dan Alan Budikusuma.

Tradisi Indonesia menyabet medali di Olimpiade pun berlanjut hingga sekarang.

1992 Tersukses

Pada Olimpiade Barcelona 1992, bulutangkis tunggal putri juga berhasil sabet emas lewat Susi Susanti. Dirinya berhasil tekuk pebulutangkis Korea Selatan, Bang Soo-hyun selama tiga babak. Indonesia akhirnya raih dua medali emas di edisi Olimpiade ini. (Foto: AFP/Tommy Cheng)
Pada Olimpiade Barcelona 1992, bulutangkis tunggal putri juga berhasil sabet emas lewat Susi Susanti. Dirinya berhasil tekuk pebulutangkis Korea Selatan, Bang Soo-hyun selama tiga babak. Indonesia akhirnya raih dua medali emas di edisi Olimpiade ini. (Foto: AFP/Tommy Cheng)

Barcelona 1992 sekaligus jadi panggung tersukses Indonesia. Selain pasangan emas Susi dan Alan, Merah Putih membawa pulang medali lain.

Ardy B Wiranata (tunggal putra) dan Eddy Hartono/Rudy Gunawan (ganda putra) merebut perak dengan Hermawan Susanto (tunggal putra) membawa pulang perunggu.

Terbaik 6 Medali

Candra Wijaya dan Tony Gunawan, juara ganda putra Olimpiade Sydney 2000. (AFP/Robyn Beck)
Candra Wijaya dan Tony Gunawan, juara ganda putra Olimpiade Sydney 2000. (AFP/Robyn Beck)

Jika membicarakan total medali, Sydney 2000 dan Beijing 2008 jadi capaian terbaik Indonesia. Di sana masing-masing Skuat Garuda merebut enam medali, meski hanya satu yang berwarna emas.

Sementara London 2012 jadi pengalaman buruk yang layak dilupakan. Tradisi emas Indonesia terhenti di sana. Bulu tangkis yang sebelumnya jadi andalan gagal total dan tidak meyumbang medali.

Ganda campuran Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir berkesempatan meraih perunggu, tapi kalah dari pasangan Denmark. Beruntung Indonesia memiliki atlet angkat besi yang menggenggam dua perak dan satu perunggu.

Owi/Butet Bayar Kegagalan

Pasangan ganda campuran, Liliyana Natsir dan Tontowi Ahmad menjadi peraih medali emas Olimpiade Rio De Janeiro 2016 setelah kalahkan pebulutangkis Malaysia, Liu Ying Goh dan Peng Soon Chan. Mereka berhasil menghentikan puasa gelar pada ajang Olimpiade sebelumnya. (Foto: AFP/Goh Chai Hin)
Pasangan ganda campuran, Liliyana Natsir dan Tontowi Ahmad menjadi peraih medali emas Olimpiade Rio De Janeiro 2016 setelah kalahkan pebulutangkis Malaysia, Liu Ying Goh dan Peng Soon Chan. Mereka berhasil menghentikan puasa gelar pada ajang Olimpiade sebelumnya. (Foto: AFP/Goh Chai Hin)

Tontowi/Liliyana membayar kegagalan dengan merebut emas pada edisi selanjutnya Rio de Janeiro 2016. Kini Indonesia berharap dapat mempertahankan tradisi kesuksesan lewat 28 atlet yang terjun di Olimpiade Tokyo 2020.

Infografis

Infografis Olimpiade Tokyo 2020. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Olimpiade Tokyo 2020. (Liputan6.com/Abdillah)

Saksikan Video Berikut Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel