Perpadi: Stok beras cukupi hingga akhir tahun, harga pun stabil

·Bacaan 1 menit

Wakil Ketua Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras indonesia (Perpadi) Billy Haryanto mengatakan stok beras di dalam negeri mencukupi hingga akhir 2021, sehingga harga komoditas pangan tersebut juga stabil.

“Ya kita ngomong real yang di lapangan dan masalah harga biasanya bulan sebelas, dua belas. Satu ini biasanya harga (tidak) terkendali dan pasti naik, tapi ini Alhamdulillah stabil,” kata Billy seusai diterima oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, sebagaimana keterangan Biro Pers Sekretariat Presiden.

Billy mengatakan pernyataannya tersebut berdasarkan data dan fakta di lapangan, seperti di Sragen, Jawa Tengah, yang saat ini sedang panen raya dengan hasil yang bagus.

“Bagus sekali, dan untuk natal dan tahun baru, ini sangat aman,” kata Billy.

Baca juga: Buwas: Stok beras capai 1,16 juta ton, cukup penuhi stabilisasi harga

Terkait pertemuan dengan Presiden Joko Widodo pada Kamis ini, Billy mengatakan Kepala Negara ingin mengetahui langsung kondisi di lapangan langsung dari pedagang beras. Presiden akan meminta Menteri Perdagangan Muhamad Lutfi untuk meninjau pasar dan juga besaran harga beras di lapangan.

“Dia dengar langsung dari pelaku sudah sangat-sangat senang sekali, dia akan menyuruh Pak Mendag untuk cek pasar dan harga bener enggak,” ucap Billy.

Selain itu Billy juga mengajak kepada masyarakat agar tidak panik karena stok kebutuhan pangan khususnya untuk beras, sangatlah cukup.

Menurut Billy, Presiden Jokowi adalah sosok yang sangat peduli dengan kebutuhan pangan. Presiden juga, kata Billy, tidak akan tergesa-gesa untuk mengambil keputusan impor.

“Dia akan membaca harga pangan dunia kan naik tinggi, dia kan enggak buru-buru impor, enggak, kalau cukup ngapain impor,” kata Billy.

Baca juga: Ekonom: fluktuasi harga beras rentan pengaruhi angka kemiskinan

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel