Perppu Cipta Kerja, Pegawai Diberi Libur Minimal Sehari dalam Sepekan

Merdeka.com - Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Cipta Kerja Nomor 2 Tahun 2022 pada 20 Desember 2022 lalu. Di dalam pergantian tersebut,salah satu yang dihapus adalah kewajiban perusahaan untuk memberi cuti panjang kepada para pekerja.

Dalam pasal 81 nomor 25 terdapat perubahan terhadap pasal 79 Nomor 13 tahun 2023 tentang ketenagakerjaan. Disebutkan bahwa pengusaha wajib memberi waktu istirahat dan cuti kepada pekerjanya.

Namun untuk waktu istirahat yang dimaksud adalah istirahat antara jam kerja paling sedikit setengah jam setelah bekerja selama 4 jam terus menerus dan waktu istirahat tersebut tidak termasuk jam kerja. Selain itu, pegawai minimal diberi libur 1 hari dalam sepekan.

Sedangkan untuk cuti yang diwajibkan diberikan kepada pekerja yakni cuti tahunan, paling sedikit 12 hari kerja setelah pekerja yang bersangkutan bekerja selama 12 bulan secara terus menerus.

"Perusahaan tertentu dapat memberikan istirahat panjang yang diatur dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan atau perjanjian kerja bersama," tulis Perppu Nomor 2 Tahun 2022 pada Pasal 81 nomor 25, Senin (2/1).

Perppu Nomor 2 tahun 2022 pada pasal 81 ini telah mengubah pasal 79 Nomor 13 tahun 2023 UU ketenagakerjaan yang memberikan hak libur dan cuti para pekerja lebih sedikit. [azz]