Persaingan Kiper Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Asia 2023: Ernando Ari Ancam Posisi Nadeo?

Bola.com, Jakarta - Tahun 2022 memang menjadi tahun yang padat agenda bagi Timnas Indonesia. Setelah Timnas U-23 berlaga di SEA Games, kini giliran Timnas Indonesia senior yang akan berlaga di babak kualifikasi Piala Asia 2023.

Ajang itu bakal digelar pada Juni mendatang. Tepatnya mulai 8 Juni 2022 dan berakhir pada 14 Juni 2022 mendatang.

Timnas Indonesia tergabung di Grup A. Bersama dengan tuan rumah Kuwait. Ada pula Nepal dan Yordania di Grup itu.

Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong akan segera memilih skuad yang akan dibawa ke Kuwait bulan depan. Ada satu posisi yang tampaknya akan membuat juru taktik asal Korea Selatan itu sedikit berpikir panjang.

 

Pos Penjaga Gawang

Posisi yang dimaksud adalah posisi penjaga gawang. Di posisi itu, Timnas Indonesia memang punya banyak stok kiper hebat.

Terbaru, ada Ernando Ari Sutaryadi yang muncul ke permukaan. Kiper berusia 20 tahun itu tampil impresif di sepanjang SEA Games 2021.

Ernando sangat berpeluang untuk dipanggil ke skuad Garuda. Bahkan, kiper Persebaya itu juga akan memanaskan persaingan untuk menjadi pilihan utama di bawah mistar Indonesia.

Apakah Ernando benar-benar mengancam posisi Nadeo Argawinata sebagai kiper utama Timnas Indonesia senior? Yuk scroll ke bawah untuk membaca analisisnya.

 

 

Nadeo Tetap Nomor Satu

Nadeo Argawinata menjadi pahlawan kemenangan Timnas Indonesia usai berhasil menangkis tendangan penalti yang dilesatkan oleh Faris Ramli pada injury time. Hal tersebut membuat pertandingan yang awalnya imbang 2-2 berhasil dimenangkan oleh skuat Garuda menjadi 4-2 di babak 2x15 menit. (affsuzukicup)
Nadeo Argawinata menjadi pahlawan kemenangan Timnas Indonesia usai berhasil menangkis tendangan penalti yang dilesatkan oleh Faris Ramli pada injury time. Hal tersebut membuat pertandingan yang awalnya imbang 2-2 berhasil dimenangkan oleh skuat Garuda menjadi 4-2 di babak 2x15 menit. (affsuzukicup)

Ernando boleh saja datang dan kian memanaskan persaingan di posisi kiper utama Timnas Indonesia pada kualifikasi Piala Asia 2023 mendatang. Namun, Shin tampaknya masih akan mempercayakan posisi kiper utama pada Nadeo Argawinata.

Meski masih berusia 25 tahun, Nadeo bisa dikatakan jadi kiper paling berpengalaman yang saat ini beredar di Timnas Indonesia. Sejauh ini, Nadeo sudah punya 10 caps bersama skuad Garuda.

Penampilan terakhir Nadeo bersama Timnas Indonesia juga mengesankan. Itu terjadi di Piala AFF 2020 lalu.

Selain itu, secara fisik dan mental Nadeo juga ada dalam kondisi bagus. Tidak ada alasan bagi Shin Tae-yong untuk tidak memilih kiper Bali United ini jadi kiper nomor satu Indonesia.

 

Syahrul, Riyandi, dan Adisatrio Intip Peluang

Aksi penjaga gawang Persikabo 1973, Syahrul Trisna saat melawan Persita Tangerang. (Bola.com/Nandang Permana)
Aksi penjaga gawang Persikabo 1973, Syahrul Trisna saat melawan Persita Tangerang. (Bola.com/Nandang Permana)

Selain Ernando dan Nadeo, ada tiga kiper muda lain yang siap mengintip peluang dipanggil. Mereka adalah Syahrul Trisna (Persikabo 1973), Muhammad Riyandi (Persis Solo), dan Muhammad Adisatryo (Persik Kediri).

Syahrul adalah satu dari tiga kiper yang dipakai Shin Tae-yong di ajang Piala AFF 2020 lalu. Penampilan eks kiper PSS Sleman ini lumayan apik ketika diberi kesempatan.

Sementara itu, Riyandi adalah langganan Timnas Indonesia sejak level junior. Ia juga beberapa kali sudah merasakan caps di Timnas senior.

Satu nama lagi yakni Adisatryo baru menunjukkan potensinya belakangan ini. Adi adalah deputi Ernando di SEA Games 2021 lalu.

 

 

Kiper Senior Tak Bisa Begitu Saja Dipinggirkan

Kiper Timnas Indonesia, Muhammad Ridho, tampak kecewa usai dikalahkan Thailand pada laga Piala AFF 2018 di Stadion Rajamangala, Bangkok, Sabtu (17/11). Thailand menang 4-2 dari Indonesia. (Bola.com/M. Iqbal Ichsan)
Kiper Timnas Indonesia, Muhammad Ridho, tampak kecewa usai dikalahkan Thailand pada laga Piala AFF 2018 di Stadion Rajamangala, Bangkok, Sabtu (17/11). Thailand menang 4-2 dari Indonesia. (Bola.com/M. Iqbal Ichsan)

Ada satu kiper lain yang tak bisa dilupakan begitu saja. Kiper yang dimaksud adalah Muhammad Ridho Djazulie. Dari lima kiper di atas, Ridho memang paling senior (31 tahun).

Usia yang matang itu justru bisa jadi nilai lebih kiper anyar Bali United ini. Ia akan lebih tenang dan matang dalam membaca permainan. Pergerakannya pun akan lebih presisi.

Namun, Ridho sudah sangat lama absen membela Timnas Indonesia. Penampilan terakhirnya bersama Skuad Garuda di laga resmi terjadi di 19 November 2019.

Saat itu Ridho jadi pilihan utama saat Indonesia bertandang ke markas Malaysia dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022. Sayangnya di laga itu Garuda kalah 0-2 dari tuan rumah.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel