Persaingan Makin Sengit di 2021, Siapa yang Jadi E-Commerce No. 1 Indonesia?

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Seiring berjalannya waktu, Industri e-commerce di Indonesia senantiasa berubah dan berkembang pesat. Mendekati akhir 2021, persaingan semakin memanas antara 6 nama besar e-commerce di Tanah Air. Shopee dan Tokopedia bisa dibilang merupakan dua e-commerce yang paling sengit persaingannya. Selain mereka, ada Lazada, Bukalapak, Blibli, dan JD.ID.

Lantas, di antara enam e-commerce tadi, siapa ya yang berhasil menjadi e-commerce no. 1 Indonesia di tahun 2021 ini?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, SnapCart melakukan riset dengan metode online survey yang dilakukan sejak bulan September 2021. Survei yang diselenggarakan oleh SnapCart ini diikuti oleh 1000 responden dari berbagai jenis kelamin, golongan usia, pendapatan, dan tersebar di berbagai area di Indonesia.

SnapCart sendiri merupakan aplikasi yang menawarkan cashback bagi pengguna dengan cara mengunggah struk belanja. Namun, tak hanya memberikan cashback bagi konsumen, SnapCart juga memantau real time analytics mengenai perilaku belanja konsumen.

E-Commerce Paling Banyak Diingat dan Digunakan

Ilustrasi online shopping
Ilustrasi online shopping

Dari hasil riset SnapCart tersebut, ditemukan bahwa Shopee merupakan e-commerce yang paling banyak diingat dan paling banyak digunakan kebanyakan orang. Sebanyak 75% responden menjawab bahwa Shopee merupakan aplikasi atau situs belanja online yang menjadi Top of Mind, disusul oleh Tokopedia dengan persentase 18%, dan Lazada dengan persentase 5%.

Selanjutnya, dari total responden, sebanyak 87% responden menjawab bahwa Shopee adalah platform e-commerce yang mereka gunakan dalam 3 bulan terakhir, menjadikan Shopee sebagai e-commerce dengan jumlah pengguna terbanyak dalam periode waktu tersebut. Sementara itu, 46% responden menggunakan Tokopedia dan 20% responden lainnya menggunakan Lazada.

Dengan kata lain, bila dinyatakan secara share of users, maka Shopee memiliki pangsa user sebesar 51%. Disusul oleh Tokopedia yang memiliki pangsa user 27%, dan Lazada yang memiliki pangsa user sebesar 11%.

Ranking Aplikasi di App Store dan Google Play Store

Temuan SnapCart ini sejalan dengan laporan Map of E-commerce in Indonesia yang diterbitkan oleh iPrice pada kuartal kedua 2021. Dalam laporan tersebut terlihat bahwa menurut ranking aplikasi, baik dalam Apple App Store atau Google Play Store, Shopee menempati peringkat pertama.

Dalam Apple App Store, Shopee menduduki peringkat pertama, disusul Tokopedia yang duduk di peringkat kedua. Hasil yang serupa juga ditemukan dalam ranking aplikasi Google Play Store, di mana Shopee masih berada di peringkat pertama, sementara Tokopedia di peringkat keempat.

Data dari App Annie juga menunjukkan hasil yang serupa, di mana sejak awal hingga pertengahan tahun 2021, Shopee tercatat sebagai platform belanja online nomor 1 di Indonesia dengan jumlah total unduhan (total downloads) terbanyak baik di Google Play Store atau Apple App Store. Shopee juga menjadi platform belanja online nomor 1 dalam jumlah pengguna aktif bulanan (monthly active user).

Daily Activity dan Frekuensi Belanja

Ilustrasi e-commerce
Ilustrasi e-commerce

Hasil riset SnapCart juga semakin diperkuat dengan data dari SimilarWeb for App Performance tentang aplikasi e-commerce di Indonesia. Dalam data ini, Shopee memiliki jumlah daily active user (DAU) atau pengunjung aktif harian yang melampaui Tokopedia hingga lebih dari tiga kali lipat. Selama bulan Agustus 2021 lalu, jumlah pengunjung aktif harian aplikasi Shopee mencapai 28,35 juta, sementara aplikasi Tokopedia di angka 8,43 juta.

Dalam indikator frekuensi belanja (transaction frequency) pada riset SnapCart, Shopee juga menjadi perusahaan dengan frekuensi transaksi bulanan terbanyak dibandingkan dengan e-commerce lain dalam tiga bulan terakhir. Shopee mencatat nilai rata-rata 5,44 kali per bulan. Sementara itu, posisi berikutnya berturut-turut diisi oleh Tokopedia dengan rata-rata 3,99 kali dan Lazada dengan rata-rata 3,61 kali.

Senada dengan data sebelumnya, Shopee juga menjadi merek e-commerce yang paling sering digunakan (brand used most often/BUMO) dalam tiga bulan terakhir dengan angka 74%. Sementara itu, Tokopedia dan Lazada berturut-turut berada pada angka 19% dan 6%.

Shopee Nomor 1 di Pasar Indonesia

Shopee
Shopee

Data-data di atas menunjukkan bahwa Shopee menjadi nomor 1 di pasar Indonesia selama periode 2021. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satunya yakni karena kepercayaan konsumen kepada Shopee. Sebanyak 63% dari responden survei SnapCart memilih Shopee sebagai e-commerce yang paling mereka percaya. Adapun 68% responden mengakui bahwa Shopee adalah e-commerce yang paling dapat diandalkan. Selain itu, 72% responden memilih Shopee karena e-commerce tersebut dianggap paling banyak menawarkan promosi.

Di sisi lain, sebanyak 63% responden berpendapat bahwa Shopee adalah e-commerce yang paling mengutamakan pelayanan prima bagi konsumennya. Kemudian, 65% responden menyatakan Shopee adalah e-commerce yang paling membantu perkembangan merek lokal dan UMKM, serta 66% responden berpendapat bahwa Shopee paling membantu menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

Dengan adanya data-data pendukung tersebut, tidak heran jika Shopee memiliki pesanan (order) yang lebih tinggi daripada pesaingnya, baik dari segi jumlah maupun nilai (value). Jumlah share of order atau pangsa jumlah pesanan Shopee berada pada angka 60%. Sementara itu, Tokopedia berada pada angka 23% dan Lazada berada pada angka 9%. Dari segi nilai share of value atau pangsa nilai total pesanan, Shopee ada di angka 56%, sedangkan Tokopedia berada pada angka 25% dan Lazada berada pada angka 9%.

Maka dari itu, dari berbagai indikator pada riset online survey SnapCart September 2021, dan juga laporan iPrice, data Similar Web for App Performance, dan data App Annie; Shopee dinyatakan sebagai peringkat pertama saat dibandingkan dengan e-commerce lainnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel