Persaingan Pasar Mobil IU dan APM

OTOSIA.COM - Banyaknya model atau varian baru yang diluncurkan Agen Pemegang Merek (APM), membuat pasar otomotif semakin optimis. Salah satunya karena model dan varian yang baru banyak beredar, sehingga konsumen dengan leluasa memilih mobil keinginannya.

Seribu konsumen, berarti seribu selera dan keinginan. Sebagai pemasok mobil CBU, harus pintar-pintar memahami keinginan dan karakter konsumen. Dalam mendatangkan mobil tentu saja harus atas dasar pertimbangan survey pasar lebih dahulu, harga mobil, tren model dan merek.

Di tengah persaingan yang ketat, tidak mudah merebut pasar seperti membalikkan telapak tangan. Hal inilah yang dirasakan para importir umum yang menawarkan mobil-mobil CBU. Tentu saja strategi yang jitu dan pas harus dimiliki masing-masing importir umum (IU), guna meredam gencarnya produk-produk yang digelontorkan para APM.

Seperti halnya Toyota Astra Motor (TAM) yang melempar Toyota Alphard versi APM, dan mobil mewah Lexus yang dikelola Pricipal Lexus Indonesia. Menurut Johnny Darmawan, Principal Lexus Indonesia, IU harus bersinergi dengan APM. "Klaim mobil IU akan diterima dengan baik jika produknya diperoleh dari kami," ujar Johnny saat peluncuran Lexus LS beberapa waktu lalu.

Pelayanan yang baik kepada pelanggan merupakan kunci utama, dengan memberikan perasaan aman kepada konsumen jika mereka membeli mobil dari IU. Selain itu, make sure untuk konsumen bahwa mobil yang dibeli adalah benar-benar mobil baru.

Tentu, kedua hal itu saja tidak tidak cukup. IU harus mempunyai strategi lain, misalkan bekerjasama dengan bengkel -bengkel resmi dari APM. Langkah ini merupakan salah satu bentuk pelayanan dalam memberikan rasa aman lainnya.

(kpl/tr/vin)

Baca juga:

17 SISI 'HOT' NEW YAMAHA XEON RC

YAMAHA XEON RC INJEKSI 2013 LEBIH MURAH

TERMURAH RP 348 JUTA, 500 UNIT ALL NEW SERENA SUDAH DIPESAN

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.