Persaingan Robot Anjing Makin Memanas, Boston Dynamics Gugat Ghost Robotics

Merdeka.com - Merdeka.com - Persaingan di pasar robot anjing semakin memanas. Seperti yang dijelaskan oleh The Robot Report via Engadget, Rabu (16/11), Boston Dynamics menggugat Ghost Robotics karena diduga melanggar tujuh paten yang terkait dengan Spot berkaki empat. Spirit 40 dan Vision 60 yang diduga ‘meminjam’ teknologi utama dari Spot, termasuk sistem untuk meluruskan diri sendiri dan menaiki tangga.

Boston Dynamics mengatakan telah meminta Ghost Robotics untuk meninjau paten terkait Spot pada Juli 2020, lima bulan setelah peluncuran Spirit 40.

Setelah itu, Boston mengklaim telah mengirimkan dua surat yang meminta Ghost untuk berhenti memasarkan robot taringnya. Oleh karena itu, Ghost sangat menyadari apa yang dilakukannya, menurut gugatan tersebut.

Dalam sebuah pernyataan, Boston Dynamics mengklaim menyambut kompetisi tetapi akan menindak perusahaan yang melanggar hak kekayaan intelektualnya. Perusahaan milik Hyundai itu mencari ganti rugi yang tidak ditentukan sebagai bagian dari gugatan itu.

Sebagaimana diketahui, Hyundai Motor Group telah mengakuisisi Boston Dynamics pada Juni 2021. Kesepakatan akuisisi mencapai USD1,1 miliar. Atas aksi itu, Hyundai Motor Group mengantongi 80 persen saham dan 20 persennya adalah Softbank.

Gugatan seperti ini tidak terduga. Boston Dynamics awalnya berfokus pada penelitian, tetapi semakin beralih ke robot komersial seperti Spot dan Stretch.

Saingan seperti Ghost Robotics dapat menimbulkan ancaman bagi bisnis Boston yang masih muda, terlepas dari apakah mereka meniru teknologi dalam prosesnya atau tidak. Bahkan jika gugatan itu gagal, itu bisa menghalangi perusahaan lain untuk membuat robot anjing mereka sendiri. [faz]