Persela Lamongan, Batu Lompatan Pesepak Bola Asing Jalani Karier di Indonesia

·Bacaan 4 menit

Bola.com, Jakarta - Selama beberapa musim terakhir, Persela Lamongan bisa dibilang menjadi klub semenjana dalam persaingan di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Mereka lebih banyak berkubang di papan bawah dan susah payah menghindari jerat degradasi sejak era Liga 1 dimulai pada 2017. Tapi, jangan remehkan klub yang satu ini soal perekrutan pemain asing.

Persela dikenal jago dalam mendapatkan legiun impor berkualitas. Kebanyakan dari mereka mengawali karier bersama klub berjulukan Laskar Joko Tingkir itu, lalu hijrah ke tim top Indonesia.

Hal itu seolah menjadikan Persela sebagai batu lompatan pemain asing di kompetisi sepak bola Indonesia. Meski kehilangan pemain asing andalan, Laskar Joko Tingkir masih mampu merekrut pesepak bola dari negara lain yang juga tak kalah berkualitas.

Seperti Fabiano Beltrame misalnya. Bek asal Brasil yang mengawali karier di Indonesia dengan membela Persela pada 2005. Stoper yang kini telah menjadi WNI dan berseragam PSS Sleman itu sebenarnya cukup lama memperkuat Persela, tepatnya hingga 2009 dan sempat mampir di Persmin Minahasa.

Penampilan apik di Persela membuat Fabiano menjadi satu di antara bek tangguh dan membela beberapa klub papan atas kasta tertinggi. Sebut saja Arema, Persija Jakarta, Madura United, hingga Persib Bandung sebelum ke PSS Sleman.

Masih ada satu pemain lagi yang mentereng dengan ciri khas tendangan bebasnya. Dia adalah Marcio Souza. Striker asal Brasil itu termasuk pemain produktif dengan torehan 41 gol selama tiga musim berseragam Persela pada 2006-2008.

Jangan lupakan juga sosok Gustavo Lopez. Dia termasuk pemain asing Persela yang akan diingat sepanjang sejarah klub tersebut. Maklum, ia menjadi salah satu perekrutan tersukses Persela.

Playmaker asal Argentina itu mulai menjajal peruntungan di Liga Indonesia pada 2008 lalu, saat usianya masih 22 tahun. Performanya di lini tengah berpengaruh penting mendongkrak prestasi Persela.

Dia menjadi bagian integral Laskar Joko Tingkir saat mengakhiri ISL 2011-2012 di peringkat keempat klasemen akhir. Di bawah arahan pelatih Miroslav Janu, itu menjadi prestasi terbaik Persela Lamongan di kompetisi kasta tertinggi.

Pemain Asing Persela di Era Liga 1

Striker Persela, Alex Goncalves. (Bola.com/Aditya Wany)
Striker Persela, Alex Goncalves. (Bola.com/Aditya Wany)

Deretan pemain asing top yang membela Persela kembali berlanjut ketika dimulainya era Liga 1 pada 2017. Adalah Jose Manuel Barbosa Alves atau yang dikenal dengan nama Jose Coelho menjadi bintang pada musim itu.

Gelandang serang satu ini datang dengan status marquee player lantaran pernah membela klub raksasa Portugal, Benfica. Dia tampil dalam semua pertandingan Liga 1 2017 alias 34 kali dan membukukan empat gol.

Musim 2018 menjadi giliran Loris Arnaud, yang berstatus sebagai mantan pemain Paris Saint-Germain. Dia sempat diragukan bisa berbuat banyak, namun malah mampu menyumbang 15 gol untuk Laskar Joko Tingkir.

Permainan impresif tersebut kemudian membuat Tira Persikabo meliriknya pada musim 2019. Loris Arnaud menjadi bagian tim berjulukan Laskar Pajajaran itu sebelum mengalami cedera pada akhir musim.

Memasuki musim 2018, muncul gelandang asal Brasil, Diego Assis, yang menjadi sentral pemainan Persela. Penampilannya juga menawan sehingga membuat Madura United terpincut dan merekrutnya pada 2019. Diego Assis kini berseragam Bali United.

Sosok pemain asing paling fenomenal Persela bisa dibilang patut diberikan kepada Alex Goncalves. Striker asal Brasil itu menjadi mesin gol utama Persela di Liga 1 2019. Dia membuat Persela menjadi pabrik yang tak berhenti mengorbitkan pemain asing mumpuni.

Nama Alex muncul ke permukaan lantaran mampu mencetak 17 gol selama semusim. Menariknya, dia pernah berstatus raja gol pada putaran pertama Liga 1 2019 dan tak dapat disalip oleh pemain lain.

Tapi, Alex pernah terpuruk karena torehan golnya berhenti di angka 16 pada Juli. Dia puasa mencetak gol selama dua bulan hingga September. Selama dua bulan terakhir, Alex mendapat tekanan besar.

Striker berusia 31 tahun itu sempat membela Persikabo 1973 pada musim 2020 sebelum hijrah ke Malaysia bersama Melaka United musim ini.

Kualitas Pemain Asing Persela Menurun

Striker Persela Lamongan, Melvyn Lorenzen (kanan) mengontrol bola dibayangi gelandang Persebaya Surabaya, Muhammad Alwi Slamat dalam laga Grup C Piala Menpora 2021 di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Sabtu (3/4/2021). Persela bermain imbang 0-0 dengan Persebaya. (Bola.com/Ikhwan Yanuar)
Striker Persela Lamongan, Melvyn Lorenzen (kanan) mengontrol bola dibayangi gelandang Persebaya Surabaya, Muhammad Alwi Slamat dalam laga Grup C Piala Menpora 2021 di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Sabtu (3/4/2021). Persela bermain imbang 0-0 dengan Persebaya. (Bola.com/Ikhwan Yanuar)

Alex Goncalves bisa dibilang adalah pemain asing terakhir Persela yang mampu menjadi pembeda dengan penampilan impresifnya. Sebab, Liga 1 2020 dihentikan setelah melakoni tiga pekan pertandingan akibat pandemi Covid-19.

Gabriel do Carmo yang sempat menjadi pengganti Alex tak tampil optimal. Gabriel pun kini membela Persiraja di Piala Menpora. Demikian halnya dengan Marquinhos dan Brian Ferreira yang masuk deretan pemain asing lainnya.

Di Piala Menpora 2021, tak muncul juga pemain asing yang mampu mencuri perhatian. Bek Demerson Bruno Costa masih tampil biasa saja. Adapun striker Melvyn Lorenzen malah belum mencetak gol dalam dua pertandingan.

Status Persela sebagai “pabrik” penghasil pemain asing top mungkin sudah pudar. Tapi, mereka tetap berpotensi kembali mendapat pemain asing yang lebih baik pada musim ini. Atau Melvyn dan Demerson bakal menghadirkan kejutan di sisa satu pertandingan Piala Menpora 2021?

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: