Persela Terpaksa Meliburkan Aktivitas karena PPKM Darurat dan Ditundanya Liga 1

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Lamongan - Persela Lamongan akhirnya ikut meliburkan skuad di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Jawa dan Bali yang berlangsung 3 hingga 20 Juli 2021. Apalagi Liga 1 2021/2022 diputuskan oleh PSSI dan PT Liga Indonesia Baru harus ditunda.

Dampak dari PPKM Darurat memang menerpa jadwal kompetisi Liga 1 2021/2022 yang seharusnya dimulai Jumat (9/7/2021). Gagasannya kompetisi akan dimulai pada pertengahan atau akhir Agustus 2021.

Dua hal itu dirasa sudah cukup bagi manajemen Persela Lamongan untuk mengambil kebijakan merumahkan para pemain, pelatih, dan staf, untuk sementara waktu. Hal ini pun telah dikaji bersama dengan tim pelatih yang dipimpin Iwan Setiawan.

"Kami sudah menggelar rapat dan hasilnya kami akan bertemu lagi pada 21 Juli. Dengan catatan tidak ada perubahan dengan PPKM. Tapi, itu bisa berubah dengan catatan kalau ada informasi lebih lanjut," ujar asisten pelatih Persela, Didik Ludiyanto.

Meski diliburkan, semua pemain bakal tetap mendapatkan pekerjaan rumah dari tim pelatih. Harapannya kondisi fisik mereka tidak terlalu drop saat kembali berkumpul setelah libur selama 2,5 pekan.

"Satu yang jelas materi latihan sudah kami buat, tinggal dibagikan melalui grup Whatsapp. Setiap hari pemain wajib melaporkan hasilnya," lanjut asisten pelatih Persela Lamongan itu.

Gaji Pemain Tetap Dibayar

Didik Ludiyanto saat mengawal Persela Lamongan melawan PSS di Piala Menpora 2021 di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Minggu (28/3/2021). (Bola.com/Muhammad Iqbal Ichsan)
Didik Ludiyanto saat mengawal Persela Lamongan melawan PSS di Piala Menpora 2021 di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Minggu (28/3/2021). (Bola.com/Muhammad Iqbal Ichsan)

Meski para pemain tidak berlatih secara intens di lapangan, manajemen Persela Lamongan memastikan tidak akan ada pemutusan hak kerja. Sebagai klub profesional, Persela tidak ingin lari dari kewajiban.

"Kami profesional, tapi dalam tahap ini kami masih tetap akan memantau, karena ada hak kami memberikan program dan mereka juga berhak untuk mendapatkan gaji. Itu bagian dari profesionalisme," tegas Didik.

Pria asal Lamongan itu sebetulnya khawatir kondisi fisik pemain asing akan menurun drastis setelah kembali dari lbur. Sebab, mereka baru saja tiba dan belum benar-benar meraih kondisi optimal dalam persiapan jelang Liga 1.

"Kalau kami bicara kebutuhan latihan, memang kurang. Kami mungkin latihan paling terakhir, tapi kami respek terhadap aturan. Masalah kesehatan lebih penting daripada yang lain," ujarnya.

Video

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel