Persema Ancam Mundur dari IPL

Liputan6.com, Malang : Persema mengancam mundur dari kompetisi Indonesia Premier League atau IPL. Ini akibat tak adanya kejelaasan akan nasib klub tersebut setelah Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI, 17 Maret lalu, di Jakarta.

Dito Arief mengakui peluang klub berjuluk Bledek Biru tersebut mundur dari IPL di tengah jalan cukup besar dan mencapai 60 persen. "Kompetisi LPI sudah tidak menarik lagi bagi Persema. Karena meski pada akhir kompetisi nanti menjadi juara, tetap saja Persema tidak akan bisa berlaga di kompetisi tertinggi di Tanah Air," kata asisten manajer Persema itu di Malang, Jawa Timur, Senin (25/3/13).

Saat KLB di Jakarta, Persema tidak masuk dalam empat klub yang akan naik tahta ke Indonesia Super League atau LSI. Pasalnya, Persema masih kena sanksi PSSI era Nurdin Halid dan sanksi itu belum dicabut hingga kini.

Pada 2011 lalu, Persema terkena degradasi ke divisi satu karena membelot dari kompetisi ISL ke IPL. Sebenarnya Persema sudah melayangkan surat ke PSSI untuk meminta penjelasan soal sanksi tersebut, tetapi hingga kini belum direspons. Namun demikian, pihaknya tidak akan gegabah dalam mengambil keputusan. Sebab, saat ini masih menunggu rapat umum pemegang saham (RUPS) serta masih akan menggelar rapat dengan PSSI Kota Malang.

Tidak menutup kemungkinan, lanjut Dito, Persema akan tetap melanjutkan kompetisi hingga selesai jika RUPS tetap menghendaki. Jika memang harus dilanjutkan, tugas manajemen bakal semakin berat karena harus mencari investor yang akan mendanai Persema.

Saat ini, ucap Dito, Persema masih dalam kondisi krisis finansial. Bahkan pelatih dan pemain masih belum mendapatkan haknya (gaji) selama sebulan terakhir ini.

Akibat tak adanya kejelasan nasib Persema musim depan dan krisis finansial, aktivitas latihan pemain diliburkan hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Bahkan pelatih Persema Slave Radovski telah mengundurkan diri.

Sanksi Persema dijatuhkan PSSI era Nurdin Halid menjelang laga kelima menjamu Arema Indonesia. Selain Persema, dua klub lain yang juga terkena sanksi PSSI dan belum dicabut adalah Persibo Bojonegoro serta PSM Makassar. Akibat munculnya kompetisi IPL, ada sejumlah klub yang mengalami dualisme, seperti Arema Indonesia, Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, dan PSMS Medan.(Ant)