Perseteruan PSI dan PKS Terkait Kritikan Terhadap Anies Baswedan

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sedikit bersitegang terkait Gubernur DKI Anies Baswedan.

Kejadian ini bermula dari Plt Ketua Umum PSI Giring Ganesha meminta kepada khalayak untuk tidak memilih Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai calon presiden Indonesia berikutnya.

Menurut Giring, Anies adalah seorang pembohong yang telah menggunakan uang rakyat demi ego pribadi.

"Jangan sampai Indonesia jatuh ke tangan pembohong, jangan sampai jatuh ke Anies Baswedan," kata Giring seperti dikutip dari akun resmi Twitter PSI, Selasa (21/9/2021).

Meski begitu, Giring menegaskan kritik kerasnya terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bukan upaya menjatuhkan.

"PSI tidak ingin menjatuhkan Gubernur Anies lewat hak Interpelasi, karena bertanya adalah hak yang konstitusional," ucap Giring.

Menjawab hal itu, anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKS Abdul Aziz menilai tidak ada esensi penting dalam kritik Giring tersebut terhadap Anies. Menurut Aziz, selama ini Anies bertugas cukup baik.

"Saya pandang biasa saja karena tidak ada pengaruhnya pernyataan tersebut dan sudah dijawab dengan prestasi Pak gubernur selama ini," ucap Aziz kepada merdeka.com.

Berikut perseteruan antara PSI dan PKS terkait Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dihimpun Liputan6.com:

PSI

Vokalis grup band Nidji, Giring Ganesha saat jumpa pers di Kantor DPP PSI, Jakarta Pusat, Rabu (6/9). Giring Nidji mendeklarasikan diri untuk maju sebagai calon legislatif pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 melalui PSI. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Vokalis grup band Nidji, Giring Ganesha saat jumpa pers di Kantor DPP PSI, Jakarta Pusat, Rabu (6/9). Giring Nidji mendeklarasikan diri untuk maju sebagai calon legislatif pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2019 melalui PSI. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Plt Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Giring Ganesha meminta kepada khalayak untuk tidak memilih Gubernur DKI Anies Baswedan sebagai calon presiden Indonesia berikutnya. Menurut Giring, Anies adalah seorang pembohong yang telah menggunakan uang rakyat demi ego pribadi.

"Jangan sampai Indonesia jatuh ke tangan pembohong, jangan sampai jatuh ke Anies Baswedan," kata Giring seperti dikutip dari akun resmi Twitter PSI, Selasa (21/9/2021).

Giring menegaskan, seorang pemimpin sejati akan berupaya sekeras mungkin untuk menyelamatkan rakyat dan seorang pembohong tidak demikian.

"Pemimpin selamatkan uang rakyat untuk kepentingan yang lebih besar," tegas Giring.

Giring berpandangan, Anies telah menipu rakyat sebab menggelontorkan uang Rp 1 triliun untuk ajang balap Formula-E. Giring meyakini, uang itu adalah milik rakyat yang dihamburkan Anies ketimbang menyelamatkan kondisi rakyat akibat pandemi.

"Bersama PSI jaga uang rakyat," terang Giring Ganesha.

Meski begitu, Giring menegaskan kritik kerasnya terhadap Anies bukan upaya menjatuhkan. Giring pun menekankan langkah interpelasi yang diinisiasi PSI bukan sebagai langkah menurunkan Anies dari jabatannya.

"PSI tidak ingin menjatuhkan Gubernur Anies lewat hak Interpelasi, karena bertanya adalah hak yang konstitusional," ujar Giring kepada merdeka.com.

Hanya saja, Giring mengatakan, kritik pedas hingga mencuatnya narasi pembohongan publik oleh Anies terkait Formula E lantaran rencana Anies sangat bertolak belakang dengan kondisi masyarakat di masa pandemi Covid-19.

"Kasus Formula E adalah contoh paling lugas dan jelas kebohongan Gubernur Anies memimpin. Pada saat rakyat DKI Jakarta kehilangan pekerjaan, ada anggota keluarga meninggal atau bahkan terkena Covid 19, uang pajak mereka justru dipakai untuk acara balapan Mobil Formula E," tegasnya.

Bagi Giring dan PSI, langkah ngotot Anies menggelar Formula E adalah bentuk pengkhianatan terbesar terhadap rakyat yang sedang kesusahan terhadap Pandemi. Dia kembali mengingatkan warga Jakarta saat memilih Anies di masa Pilgub DKI 2017 lalu, namun saat ini pemilih sedang kesusahan akibat pandemi.

Bukannya meringankan beban, kata Giring, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu malah menggunakan uang pajak DKI untuk membayar rencana tuan rumah Formula E di Jakarta.

"Gubernur Anies malah memakai uang mereka untuk bermewah mewahan untuk acara Balap Mobil. Sementara di media dan publik Pak Gubernur pura-pura peduli diam atas penderitaan rakyat," tandasnya.

"Dan saya percaya masih ada niat baik dari partai partai lain di DPRD DKI Jakarta yang ingin mendukung hak interpelasi, karena ini mewakili pertanyaan masyarakat DKI Jakarta untuk apa uang rakyat triliunan dipakai untuk acara balap mobil," pungkasnya.

PKS

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Selasa (21/9/2021). Anies akan menjalani pemeriksaan dalam kasus dugaan korupsi pengadaan lahan di Munjul pada tahun 2019. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat tiba di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Selasa (21/9/2021). Anies akan menjalani pemeriksaan dalam kasus dugaan korupsi pengadaan lahan di Munjul pada tahun 2019. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PKS, Abdul Aziz menilai tidak ada esensi penting dalam kritik Plt Ketua Umum PSI Giring Ganesha terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Menurut Aziz, selama ini Anies bertugas cukup baik.

"Saya pandang biasa saja karena tidak ada pengaruhnya pernyataan tersebut dan sudah dijawab dengan prestasi Pak gubernur selama ini," ucap Aziz kepada merdeka.com.

Aziz tak menutup kemungkinan langkah PSI melalui Giring, merupakan indikasi bahwa interpelasi Formula E di DPRD DKI tidak berjalan mulus.

"Bisa jadi (karena Formula E tidak berjalan baik)," pungkas dia.

(Lesty Subamin)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel