Persi Ungkap Sejumlah RS di Jakarta dan Jabar Kolaps karena Covid-19, Ini Penjelasannya

·Bacaan 1 menit
Alat pendukung perawatan pasien virus corona COVID-19 terlihat di Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Minggu (22/3/2020). RS Darurat Penanganan COVID-19 dilengkapi dengan ruang isolasi, laboratorium, radiologi, dan ICU. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta - Sekretaris Jenderal Persatuan Rumah Sakit Indonesia (Persi), Lia Gardenia Partakusuma mengungkap, keterpakaian rumah sakit di 10 provinsi di Indonesia dalam kondisi mengkhawatirkan di tengah pandemi Covid-19. Dia menyebut, keterisian tempat tidur di RS itu lebih dari 60 persen akibat menampung pasien Corona.

10 Provinsi tersebut yakni DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Banten, Jawa Barat, Sulawesi Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Barat, Kalimantan Timur, Lampung dan Jawa Tengah. Data keterpakaian tempat tidur rumah sakit di 10 provinsi ini tercatat pukul 16.40 WIB, 24 Januari 2021.

"Kalau sekarang ini DKI Jakarta (keterpakaian rumah sakit) 85,7 persen, DI Yogyakarta 83,04 persen, Banten 77,3 persen, Jawa Barat 75,08 persen, Sulawesi Tengah 71,79 persen, Jawa Timur 70,02 persen," ungkap Lia saat dihubungi Merdeka soal dampak Covid-19 itu, Selasa (26/1/2021).

Lia menerangkan, bila keterpakaian tempat tidur rumah sakit melebihi 60 persen, maka pertukaran pasien Covid-19 masuk dan keluar akan sulit. Kondisi ini bisa menyebabkan rumah sakit mengalami stagnasi atau kolaps.

Kolaps yang dimaksud, kata Lia, terjadi saat rumah sakit tak bisa lagi menerima pasien Covid-19 baru karena tempat tidur terisi penuh. Pada kondisi ini, rumah sakit hanya bisa merawat pasien Covid-19 lama.

"Kita mengurusi pasien lama yang ada di rumah sakit itu sampai nanti dia sembuh atau nanti dia meninggal dunia baru kita bisa terima pasien baru. Kalau mau nambah tempat tidur enggak bisa juga," ujarnya.

Terbanyak

Saat ini, tercatat ada sejumlah rumah sakit di DKI Jakarta dan Jawa Barat mengalami kolaps. Namun rumah sakit yang mengalami kolaps terbanyak ada di Ibu Kota.

"Yang banyak itu di DKI Jakarta, Jawa Barat juga ada. Jadi pasien itu dirawat di IGD saja. Apa boleh buat, bukannya kami menolak," tandas Lia.

Reporter: Titin Supriatin

Sumber: Merdeka

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: