Persiapan Banjir, Pemprov DKI Distribusikan Perlengkapan Evakuasi

Daurina Lestari, Willibrodus
·Bacaan 2 menit

VIVA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mendistribusikan 29 perahu jeriken dan sejumlah perlengkapan evakuasi banjir lainnya ke pemerintah kota di Jakarta. Perlengkapan itu diharapkan bisa membantu proses evakuasi warga ketika banjir melanda Ibu Kota.

Kepala Seksi Darurat dan Penanganan Pengungsi BPBD Jakarta, Wardoyo, mengatakan, selain 29 perahu jeriken, pihaknya juga mendistribusikan 29 ring buoy, 58 dayung, 65 ban dalam truk, dan 21.000 lembar masker kain. Pendistribusian ini dilakukan secara bertahap.

Untuk Pemerintah Kota Jakarta Pusat, perlengkapan evakuasi ini telah diserahkan sejak kemarin, Senin 23 November 2020. Perlengkapan evakuasi ini terdiri atas empat perahu jeriken, empat ring buoy, delapan dayung, 10 ban dalam truk, dan 3.000 masker kain.

Menurut Wardoyo, pihaknya juga memberikan buku panduan evakuasi banjir kepada OPD dan masyarakat. Buku itu diharapkan bisa menjadi panduan untuk masyarakat mengevakuasi diri sebelum banjir terjadi.

"Dan jika harus terjadi evakuasi (saat sudah banjir), semoga perlengkapan evakuasi yang kita bagikan bisa bermanfaat. Perlengkapan itu nantinya akan ditempatkan di daerah-daerah rawan," kata Wardoyo, Selasa 24 November 2020.

Baca juga: Satpol PP Turunkan Spanduk Habib Rizieq di Kota Medan

Sementara itu, Pemkot Jakarta Pusat usai menerima bantuan perlengkapan evakuasi itu segera menggelar rapat antisipasi banjir. Dalam rapat bersama jajaran pemkot dan camat itu, Wakil Wali Kota Jakarta Pusat Irwandi, pun menyoroti soal upaya pengerukan saluran.

Irwandi menilai, jajarannya masih kurang melakukan pengerukan. Sejauh ini pengerukan saluran maupun sungai baru rampung 60 persen.

"Kita memantau proses pengerukan hanya sebatas seremonial tiap hari Minggu. Saya minta, agar pantauan pengerukan dilakukan secara lebih rutin," ujar Irwandi.

Selain itu, Irwandi menerima permintaan pembuatan 20 sumur resapan di Kecamatan Tanah Abang. Sejauh ini, Pemkot Jakarta Pusat telah membangun 302 sumur resapan di seluruh kecamatan.

"Saya berharap, hujan bisa segera terjadi, supaya sumur-sumur itu bisa dilakukan uji coba. Ini supaya kita bisa tes. Kalau ada kekurangan kita perbaiki lagi segera," ungkapnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan, jajarannya sedang melakukan pengerukan waduk, kali, saluran di Ibu Kota secara intensif. Hal itu merupakan langkah untuk meningkatkan kapasitas tampungan air saat curah hujan tinggi. Upaya itu agar dapat mengantisipasi terjadinya banjir.

Anies juga mengungkapkan dua indikator kesuksesan penanganan banjir. Pertama, banjir harus surut dalam kurun waktu enam jam. Kedua, tidak ada korban jiwa akibat banjir. (art)