Persiapan Belajar Tatap Muka, 36 Ribu Guru Divaksin Massal di Bandung

Lis Yuliawati, Adi Suparman (Bandung)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Sebanyak 36 ribu guru atau tenaga pendidikan di Kota Bandung menjalani vaksinasi massal vaksin COVID-19, untuk mempercepat upaya memutus mata rantai penularan virus corona sekaligus menjamin keamanan belajar tatap muka pada Juli 2021.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Bandung, Ahyani Raksanegara menjelaskan, vaksinasi massal ini serentak di kecamatan-kecamatan beserta ASN. Pihaknya memprioritaskan 36 ribu guru divaksin sebelum pelaksanaan belajar tatap muka.

"Jadi target itu sesuai arahan Menkes, kita harus percepatan lansia dan guru, jadi mudah-mudahan semakin banyak yang membantu," ujar Ahyani di sela peninjauan vaksinasi massal 7 ribu orang di gedung Yayasan Dana Sosial Priangan (YDSP) Kota Bandung, Senin, 12 April 2021.

Menurutnya, guru atau tenaga pendidik di Kota Bandung yang menjadi prioritas vaksinasi secara massal divaksin di masing -masing Kecamatan. "Ada di kecamatan-kecamatan, jadi sebetulnya untuk guru dan ASN ini disebar di kecamatan-kecamatan. Sasaran kita ada 36 ribu (guru)," katanya.

Ahyani menerangkan, vaksinasi bagi guru terus berlanjut secara signifikan dengan ketersediaan vaksin Sinovac sebanyak 110 ribu dosis. "Mulai minggu ini diserentakan di kecamatan, ketersediaan Sinovac diarahkan untuk lansia dan guru, kalau di Kota Bandung di gudang, ada sekitar 110 ribu dosis berarti 55 ribu sasaran sudah kita siapkan buat guru dan ASN," katanya.

Ketua panitia vaksinasi massal Komunitas Tionghoa Peduli, Djoni Toat menerangkan, tujuh ribu orang penerima vaksin ini terdiri dari tiga ribu lansia untuk dosis kedua dan 4 ribu guru dari tingkat PAUD sampai dengan SMA. Menurutnya, dalam vaksinasi massal ini kategori guru atau tenaga pendidik menjadi prioritas.

"Tiga ribu vaksinasi dosis kedua, ditambah sasaran baru empat ribu, sasarannya pendidik, pelayan publik, tenaga kependidikan kita tampung di sini. Mudahan-mudahan bisa mempercepat vaksinasi di Kota Bandung," katanya.

Djoni menuturkan, vaksinasi tersebut dipastikan berlanjut hingga Mei dan Juni untuk menjamin pelaksanaan belajar tatap muka di Kota Bandung aman dari paparan COVID-19. "Kita gunakan vaksin Sinovac sesuai arahan pemerintah, untuk sasarannya Dinas Kesehatan yang menentukan," katanya.

Dia menambahkan, "Program ini adalah untuk guru - guru supaya mereka bisa mengajar tatap muka bulan Juli. Bulan Mei setelah lebaran jadi kita bakal berlanjut terus sesuai permintaan, mau vaksinasinya di mana kita siap.”