Persiapan Buyung Poetra Sembada Hadapi Ramadan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Jelang Lebaran, sejumlah emiten barang konsumsi bersiap menghadapi lonjakan permintaan, seperti yang dilakukan PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI).

"Prediksinya biasanya permintaan beras akan bertumbuh menjelang bulan Ramadan di mana pada tahun ini mulai di akhir Kuartal I dan awal kuartal II," kata Direktur PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI), Budiman Susilo kepada Liputan6.com, Selasa (23/3/2021).

Menghadapi lonjakan permintaan, emiten berkode HOKI tersebut telah mempersiapkan stok beras sehingga mampu memenuhi kebutuhan konsumen Tanah Air.

"Stok beras kami untuk kebutuhan pelanggan di bulan Ramadan dan Idul Fitri dengan kapasitas yang ada saat ini, kami perkirakan akan tercukupi. Diharapkan kami dapat terus memenuhi permintaan para konsumen dengan produk beras berkualitas yang dimiliki," ujarnya.

Tak hanya itu, HOKI juga akan meningkatkan kontribusi dari channel Modern-Trade dan memasuki wilayah-wilayah yang belum dimasuki.

"Pada tahun ini kami berharap permintaan beras kemungkinan akan bertumbuh atau setidaknya masih stabil seperti pada bulan Ramadan tahun lalu. Terkait prediksi kami masih belum selesai perhitungannya, kami berharap minimal sama atau lebih baik dari tahun lalu,” ujar dia.

Gerak Saham pada 23 Maret 2021

Pekerja mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di salah satu perusahaan Sekuritas, Jakarta, Rabu (14/11).  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bertahan di zona hijau pada penutupan perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pekerja mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di salah satu perusahaan Sekuritas, Jakarta, Rabu (14/11). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bertahan di zona hijau pada penutupan perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Pada penutupan perdagangan saham Selasa, 23 Maret 2021, saham HOKI naik 2,31 persen ke posisi Rp 266 per saham. Saham HOKI dibuka turun dua poin ke posisi Rp 258 per saham. Saham HOKI berada di level tertinggi 272 dan terendah 258 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 9.790 kali dengan nilai transaksi Rp 47,2 miliar.

Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 62,46 persen dari Rp 76,16 miliar hingga 30 September 2019 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 28,59 miliar. Sementara itu, pendapatan turun 23,59 persen dari Rp 1,22 triliun hingga 30 September 2019 menjadi Rp 936,57 miliar hingga September 2020.

Total ekuitas perseroan tercatat Rp 643,98 miliar hingga 30 September 2020 dari periode 31 Desember 2019 sebesar Rp 641,56 miliar. Total liabilitas tercatat Rp 242,97 miliar hingga 30 September 2020 dari periode 31 Desember 2019 sebesar Rp 207,10 miliar.

Total aset tercatat Rp 886,96 miliar hingga 30 September 2020 dari periode 31 Desember 2019 sebesar Rp 848,67 miliar.Perseroan kantongi kas Rp 4,99 miliar.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini