Persiapan konstruksi, MRT segera bongkar halte TransJakarta Glodok

·Bacaan 2 menit

PT MRT Jakarta (Perseroda) akan melakukan rekayasa lalu lintas di sepanjang Glodok hingga Kota Tua, termasuk pembongkaran Halte TransJakarta Glodok, guna persiapan pekerjaan konstruksi pada proyek MRT Jakarta Fase 2A.

Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta (Perseroda) Rendi Alhial menjelaskan manajemen rekayasa lalu lintas dan persiapan konstruksi untuk Stasiun Glodok MRT Jakarta akan dimulai pada 15 Januari mendatang hingga 31 Mei 2024.

"Area konstruksi akan berada pada Jalan Gajah Mada dengan cakupan pekerjaan pembongkaran Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Halte TransJakarta Glodok," kata Rendi dalam keterangan resmi diterima di Jakarta, Kamis.

Selain pembongkaran JPO dan Halte Transjakarta Glodok, MRT akan melakukan pekerjaan proteksi tanah, pekerjaan 'guide wall' dan "D-Wall", serta pekerjaan struktur Stasiun Glodok.

Halte bus eksisting Transjakarta Glodok yang semula berada pada median jalan di depan gedung HWI akan dipindahkan ke halte sementara.

Halte sementara TransJakarta Glodok akan ditempatkan di median jalan di depan gedung Harco Glodok selama pembangunan Stasiun MRT Glodok, agar TransJakarta tetap dapat melayani penumpang Koridor 1 Kota – Blok M dan Blok M – Kota.

Penumpang yang akan menuju halte sementara Transjakarta Glodok dari pedestrian ruas Jalan Gajah Mada dan Hayam Wuruk dapat menggunakan fasilitas "pelican crossing" yang berada di utara jembatan Pasar Glodok sebagai pengganti JPO eksisting.

Sementara itu, rekayasa lalu lintas akan dilakukan di Jalan Gajah Mada arah Kota Tua. Rekayasa dimulai dari depan Novotel hingga Citywalk, yang semula terdiri dari 3 lajur kendaraan reguler dan 1 lajur khusus TransJakarta dibagi menjadi 2, dengan konfigurasi 2 lajur reguler pada sisi kiri median tengah, dan 1 lajur reguler serta 1 lajur mixed traffic dengan jalur TransJakarta sisi kanan median tengah (2+2).

Sementara itu, di depan pertokoan setelah Citywalk kondisi lalu lintas kembali menjadi 3 lajur kendaraan reguler dan 1 lajur khusus TransJakarta (3+1) tanpa dipisahkan oleh median tengah.

Rekayasa lalu lintas Jalan Hayam Wuruk arah Glodok dimulai dari depan LTC hingga Harco Glodok, yang semula terdiri dari 3 lajur kendaraan regular dan 1 lajur khusus TransJakarta menjadi 3 lajur kendaraan reguler serta 1 lajur mixed traffic dengan jalur TransJakarta.

Adapun paket CP203 merupakan salah satu segmen pekerjaan konstruksi MRT Jakarta Fase 2A yang mencakup pembangunan Stasiun bawah tanah Glodok dan Kota.

Selain itu, pekerjaan juga mencakup konstruksi terowongan sepanjang 690 meter, dengan total panjang jalur sekitar 1,4 km mulai dari Mangga Besar hingga Kota Tua.
Baca juga: MRT rekayasa lalin saat pindahkan bagian bawah Tugu Jam Thamrin
Baca juga: Tak ada klaster COVID-19 angkutan umum di DKI Jakarta
Baca juga: Terjadi kenaikan jumlah penumpang angkutan umum saat PPKM Level 1

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel