Persiapkan 5 Hal Soal Keuangan Ini buat Calon Orangtua

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Menjadi orang tua memang tidak mudah, terutama dalam membesarkan anak. Meskipun demikian, tidak berarti bahwa Anda tidak akan pernah bisa menjadi orang tua terbaik, terutama dalam masalah keuangan.

Sebagai orang tua, Anda harus membuat keputusan yang tepat. Anda juga harus bertindak dalam sekejap.

Keuangan adalah salah satu masalah yang dapat dipersiapkan dengan sukses oleh orang tua dan jika ini tercapai, ini akan menjadi beban yang sangat besar di pundak Anda.

Berikut 5 hal yang harus disiapkan oleh orang tua, dilansir dari laman Freemalaysiatoday.com, Senin (4/1/2021).

1. Uang sekolah

Pada saat anak Anda lahir, orang tua diwajibkan untuk mulai membebani biaya sekolah hingga perguruan tinggi untuk bayi Anda kelak.

Selalu lebih baik untuk memulai lebih awal karena perguruan tinggi adalah urusan yang mahal dan pendidikan tinggi adalah salah satu biaya yang meningkat secara dramatis ketika inflasi melanda.

Anda dapat menabung atau berinvestasi atau melakukan keduanya, tetapi intinya adalah, lebih baik memulai lebih awal agar bunga majemuk dapat bekerja pada dana kuliah anak Anda.

Pendidikan perguruan tinggi akan membuat perbedaan besar dalam pencarian anak Anda untuk pekerjaan di kemudian hari.

2. Tabungan

Begitu anak lahir, untuk menjadi orang tua yang bertanggung jawab, Anda mungkin harus mengubah gaya hidup sebelum menjadi orang tua agar anak dapat menikmati masa kecil yang memuaskan.

Memiliki bayi sangat mahal dan Anda mungkin harus mencari cara untuk mendapatkan lebih banyak uang tanpa harus absen sebagai orang tua. Jika tidak, memiliki resimen tabungan yang ketat adalah alternatif langsung.

Selain memangkas pengeluaran, Anda mungkin juga harus mengurangi berapa banyak waktu yang dihabiskan untuk aktivitas pribadi.

Ini tidak berarti bahwa Anda tidak akan memiliki kehidupan setelah menjadi orang tua. Anda hanya perlu menyesuaikan dan menyelaraskan tujuan baru dengan tanggung jawab sebagai orang tua tunggal.

3. Bantuan rumah tangga

Ilustrasi pendidikan anak  (Foto: Unsplash.com/MD Duran)
Ilustrasi pendidikan anak (Foto: Unsplash.com/MD Duran)

Salah satu biaya yang perlu Anda perhitungkan adalah mempekerjakan dan membayar pembantu atau pengasuh bisa merawat anak Anda atau mengurus rumah atau keduanya.

Jumlah uang yang harus Anda keluarkan tergantung pada jumlah pekerjaan yang akan dilakukan oleh helper dan tentu saja, efisiensi dan efektivitas helper tersebut.

Anda harus memilih penolong yang penuh kasih, kooperatif, dapat diandalkan, dan bertanggung jawab.

Pahami bahwa mempekerjakan pembantu rumah tangga bukanlah persyaratan yang ketat jika Anda memiliki kerabat yang dapat membantu Anda dalam urusan rumah tangga.

4. Dana kesehatan (untuk Anda dan anak)

Dapatkah Anda membayangkan apa yang mungkin terjadi jika kesehatan anak turun?. Anak Anda mungkin membutuhkan lebih dari sekedar bantuan finansial untuk kesembuhannya, yang mungkin mengharuskan Anda untuk selalu berada di sampingnya. Tapi ini membahayakan status Anda di tempat kerja.

Bagaimana jika kesehatan Anda terpukul? Anda tidak akan bisa bekerja. Inilah mengapa dana kesehatan penting.

Dana kesehatan akan menanggung, setidaknya, aspek keuangan dari masalah tersebut. Tujuannya adalah untuk mempercepat pemulihan anak, sehingga masalah kesehatan tidak menjadi cukup serius untuk mengambil alih kehidupan keluarga Anda sehari-hari.

5. Asuransi jiwa

Ini adalah topik sensitif tetapi orang tua yang bertanggung jawab tidak menghindar dari ini karena mereka tahu nilai sebenarnya dari asuransi jiwa.

Orang tua harus tahu bahwa jika kemalangan menimpa mereka, tidak ada yang akan menanggung kerugian finansial yang akan dihadapi anak tersebut. Asuransi jiwa akan menanggung risiko itu dengan imbalan premi.

Anda tidak membeli asuransi jiwa untuk menikmati uang itu sendiri. Anda membeli asuransi jiwa sebagai sarana untuk melindungi masa depan anak saat Anda meninggal.

Saksikan Video Ini