Persib Bingung Soal Bursa Transfer Paruh Musim

Yudhi Maulana, Dede Idrus (Bandung)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts, dibuat bingung mengenai bursa transfer paruh musim yang dibuka lebih cepat. Padahal, kompetisi Liga 1 belum mendapat kejelasan kapan bergulir.

Eks pelatih PSM Makassar ini mengatakan idealnya bursa transfer dibuka ketika kompetisi sudah berjalan atau Desember 2020 sesuai kesepakatan awal. Namun, PSSI dan PT LIB tiba-tiba membuka bursa transfer periode kedua pada 23 September hingga 18 Oktober 2020.

Baca juga: Persib Ogah Tambah Amunisi di Tengah Liga 1 yang Tak Jelas

"Kami dikabarkan tiba-tiba transfer window dibuka lagi karena beberapa klub meminta itu, padahal sebelumnya sudah sangat jelas hanya akan ada transfer window di paruh kedua pada bulan Desember jika liga digelar sesuai rencana pada Oktober. Dan itu masuk akal karena kami baru memainkan tiga laga, jadi tidak bijak untuk mengganti komposisi pemain,"ujar Robert di Bandung, Rabu 21 Oktober 2020.

Robert juga mempertanyakan proses perekrutan pemain baru di bursa transfer paruh musim. Sebab, klub-klub Liga 1 mengalami kesulitan finansial imbas pandemi COVID-19.

"Jika menggunakan transfer window untuk mendapatkan lagi pemain, beberapa klub bicara bagaimana klub mendatangkan pemain baru karena mereka tidak punya uang, sedangkan pemain lain harus pergi karena tidak adanya kesepakatan finansial dengan klub,"ucapnya.

"Karena ada aturan pemotongan gaji 25 persen dan 50 persen. Jadi ketika tiba-tiba ada transfer window yang datang dari langit ini, tentu menjadi kejutan bagi banyak orang,"lanjut pelatih berusia 65 tahun ini.

Sementara itu, Persib memilih untuk tetap dengan komposisi awal. Artinya, Skuat Maung Bandung tidak tertarik untuk mendatangkan pemain baru lagi.

"Pada kasus ini, di Persib, saya rasa kami sangat profesional karena kami tahu, yang terpenting adalah bagaimana menjaga sebisa mungkin pemain yang dimiliki. Dan saling menguatkan satu sama lain, klub percaya pada pemain dan pemain juga percaya kepada klub. Ini adalah bentuk dari profesionalisme,"jelas Robert.