Persib Ogah Tambah Amunisi di Tengah Liga 1 yang Tak Jelas

Yudhi Maulana, Dede Idrus (Bandung)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts, memastikan timnya tidak akan menambah amunisi baru untuk Liga 1, meski kabar berhembus bursa transfer periode kedua diperpanjang hingga November 2020.

Pelatih berkebangsaan Belanda ini memilih patuh kepada kesepakatan awal klub. Di mana, bursa transfer paruh musim dibuka pada Desember 2020. Selain itu, bursa transfer ini hanya berlaku untuk pemain asing.

Baca juga: Pelatih Kiper Persib Kembali ke Rutinas Awalnya Sebagai ASN

Sejauh ini, kuota pemain asing untuk skuad Maung Bandung sudah lengkap. Persib memiliki empat pemain asing, diantaranya Geoffrey Castillion, Wander Luiz, Omid Nazari dan Nick Kuipers.

"Tidak, karena kembali pada aturannya, sudah sangat jelas dijelaskan bahwa di transfer window yang seharusnya dibuka Desember, hanya bisa mendatangkan pemain asing," ujar Robert di Bandung, Rabu 21 Oktober 2020.

Untuk pemain lokal, kata Robert, PSSI tidak mengizinkan klub merekrut pemain dari sesama peserta Liga 1. Kondisi ini membuat Maung Bandung memilih untuk tidak merekrut pemain lokal baru.

Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts
Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts

Padahal, ada pemain yang tertarik bergabung dengan Persib, yakni Ferdinand Sinaga. Karena adanya regulasi tersebut Ferdinand akhirnya gagal mendarat ke Persib dan memilih bergabung dengan PSMS Medan di Liga 2 dari PSM Makassar.

"Tidak ada pemain yang diizinkan pindah dari klub Liga 1 ke klub Liga 1 lainnya. Dari Liga 2 bisa pindah ke Liga 1 dan dari Liga 1 ke Liga 2 juga. Sebagai contoh, Ferdinand Sinaga dia ingin datang ke Bandung tapi tidak bisa karena itu dari Liga 1 ke Liga 1, jadi dia pergi ke Medan di Liga 2. Tetapi kami mengikuti aturannya,"terangnya.

Pelatih berusia 65 tahun ini justru mempertanyakan alasan sejumlah klub mendatangkan pemain asing. Padahal, keuangan klub-klub Liga 1 tengah kesulitan finansial imbas pandemi COVID-19.

"Karena ada banyak pemain yang tidak mau tinggal di timnya saat ini karena pembayaran yang buruk. Klub tidak bisa memberi kepastian kepada pemain. Kami mendengar ada cerita pemain harus menjalani operasi tapi klub tidak bisa memberi jaminan. Tentu ini tidak bagus untuk sepakbola profesional di Indonesia,"terangnya.