Persib: Stop Keputusan Kontroversial, PSSI!

INILAH.COM, Bandung - Persib Bandung berharap PSSI berhenti mengambil langkah kontroversial, yang akhirnya menimbulkan konflik dalam tubuh organisasi sepak bola nasional itu.

Setelah hanya menggelar satu pertandingan, kompetisi Indonesian Premier League (IPL) mengalami jeda hingga akhir November, atau menunggu hingga selesai SEA Games.

Dalam masa jeda itu, PSSI diharapkan bisa menyelesaikan konflik, terutama seputar penolakan klub-klub elit Indonesia terhadap liga guliran PSSI tersebut.

"Pasca-SEA Games kami berharap semuanya bisa selesai. Jangan sampai mengambil langkah kontroversial, kami mohon dengan sangat PSSI bisa yang terbaik, agar tidak ada masalah di kemudian hari," ujar Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Kuswara S Taryono.

Pria yang juga berprofesi sebagai pengacara ini menegaskan, laga pembuka IPL yang ditandai dengan pertandingan Persib kontra Semen Padang dengan hasil akhir 1-1, sudah berjalan cukup baik. Karena itu, Persib berharap pada pertandingan selanjutnya, sudah tidak ada masalah lagi.

"Di masa jeda kompetisi ini, kesempatan PSSI untuk menyelesaikan dengan baik seluruh permasalahan. Soal teknisnya, kita serahkan kepada PSSI tetapi jangan sampai ada klub yg merasa terpinggirkan," bebernya.

Mewakili Persib, Kuswara menyatakan Maung Bandung berada pada sisi netral dalam konflik tersebut, tidak mendukung kubu yang menolak, tidak pula bersama kubu yang menerima.

Saat managers meeting atau pertemuan perwakilan tim jelang kompetisi di Hotel Ambara, Jakarta, 13 Oktober lalu, nama Persib sempat diumumkan berada dalam daftar klub yang menolak.

"Persib saat itu hadir dalam manajer meeting di Jakarta diwakili Farhan (Dirut PT PBB Muhammad Farhan), dan sama sekali belum mengambil sikap mendukung kubu manapun. Saat itu kami konsen dengan launching Persib. Sehingga kami tunda, karena kami menginginkan yang terbaik untuk semuanya," pungkasnya.

Keputusan kontroversial PSSI antara lain merombak total format kompetisi, yang justru berujung ketidakpastian nasib kompetisi. Selain itu, penyusunan jadwal yang tidak profesional sehingga menyusahkan klub juga menjadi keluhan.[yob]

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.