Persib Tanpa Target di Piala Menpora, Bobotoh Diminta Paham

Muchamad Syuhada, Dede Idrus (Bandung)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Pelatih Persib Bandung, Robert Alberts, meminta Bobotoh untuk tidak berekspektasi tinggi terhadap timnya di turnamen Piala Menpora. Sebab, Persib tidak mengusung target muluk.

Persib hanya memberikan kesempatan pasukannya kembali ke lapangan setelah hampir satu tahun tidak bertanding akibat vakumnya kompetisi Liga 1. Di tambah lagi dengan persiapan tim yang terlalu sempit dengan kick off Piala Menpora, sehingga pemain kesulitan mengembalikan kondisi fisik ke level terbaik.

"Di turnamen ini kita tidak perlu berharap besar karena tidak ada pengaruhnya. Hanya untuk liga, bukan menang atau kalah, beberapa tim belum siap, jika harus menang turnamen itu harus sudah siap, tim juga punya persiapan yang sama,"jelas Robert kepada wartawan.

Pelatih asal Belanda ini berpendapat alasan ikut serta di Piala Menpora bukan untuk mencari hasil terbaik. Tapi, tujuannya sebagai bahan tolak ukur agar izin kompetisi Liga 1 diterbitkan.

"Turnamen ini tidak sepetri itu dan menurut saya semua orang mengalami hal itu jadi hanya untuk mendapatkan izin menggelar Liga dan karena itu kami ikut serta,"ucapnya.

Dia membandingkan dengan turnamen Asia Challange Cup 2020 di Selangor, Malaysia. Di mana, dalam turnamen tersebut Skuat Maung Bandung tidak turun dengan skuat terbaik. Persib hanya ingin mengetahui kualitas permainan dua bomber asingnya Wander Luiz dan Joel Vinicius. Meski laga uji coba, penampilan kedua pemain tersebut tetap mendapat sorotan dari Bobotoh karena dianggap kurang maksimal.

Pada akhirnya, manajemen Persib hanya merekrut Wander Luiz. Bersama Persib, Wander Luiz tampil menjanjikan di Liga 1 dengan mencetak empat gol dari tiga laga, sebelum akhirnya dihentikan karena pandemi COVID-19.

"Banyak orang memang memberikan komentar terhadap pemain, apakah dia bagus atau tidak, tapi pada akhirnya pemain yang dinilai tidak bagus bisa tampil baik di liga bahkan dia (Wander Luiz) menjadi Topksor (Liga 1 2020),"ujar Robert.

"Kami tim pelatih punya pandangan tersendiri soal itu, dan tidak melihat image yang ada, melainkan apa yang bisa dan tidak bisa dilakukan pemain tersebut,"tambahnya.