Persib Tolak Ada Hadiah di Piala Menpora, Rawan Pengaturan Skor

Zulfikar Husein, Dede Idrus (Bandung)
·Bacaan 2 menit

VIVA – PT Liga Indonesia Baru (LIB) mengumumkan besaran hadiah untuk turnamen Piala Menpora 2021. Turnamen pramusim ini akan memperebutkan total hadiah Rp4,65 milyar.

Hadiah tersebut meliputi juara pertama, runner up, peringkat tiga dan empat. Kemudian, tim fair play, pemain terbaik, top skor, pemain muda terbaik dan wasit terbaik.

Bukan hanya itu saja, setiap pertandingan klub akan menerima match fee sebesar Rp250 juta. Dengan rincian, klub yang menang Rp150juta dan kalah Rp100 juta.

Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts, mengaku tidak setuju dengan hadiah yang dijanjikan pihak operator. Dia mempunyai pandangan berbeda mengenai gelaran pramusim ini.

Eks pelatih PSM Makassar ini menyebut, turnamen Piala Menpora bukan ajang untuk meraih hasil terbaik. Tapi, sebagai ajang uji coba agar izin kompetisi Liga 1 bisa diterbitkan.

"Saya mempunyai opini kuat soal itu, itu tidak bagus sama sekali soal hadiah uang di turnamen ini. Ini bukan turnamen yang setiap tim ingin menjadi juaranya. Ini turnamen untuk mendapat izin menggelar liga, tidak masalah menang kalah,"ujar Robert kepada wartawan, Rabu 3 Maret 2021.

Dengan adanya hadiah, seolah-olah tim berlomba-lomba untuk meraih kemenangan. Bagi Robert, hal tersebut tidak tepat diterapkan untuk turnamen pramusim.

Apalagi, armada Maung Bandung sudah lama tidak merasakan pertandingan akibat vakumnya kompetisi. Di tambah, dengan persiapan tim yang kurang ideal.

Pelatih berusia 66 tahun ini khawatir ada pihak tertentu memanfaatkan kondisi tersebut dengan melakukan pengaturan skor. Hal ini tentunya harus menjadi perhatian pihak operator.

"Ini pra musim setelah satu tahun tidak bermain dan total hadiah selalu menarik orang-orang untuk menjadi serakah, bisa saja nanti akan banyak pengaturan skor,"katanya.

"Jika kalian melihat statistik di dunia selama COVID-19 dan melihat turnamen pra musim yang melibatkan banyak tim, pengaturan skor sangat mungkin terjadi. Karena banyak orang yang tidak bisa mendapatkan uang terutama jika pemain dan official tidak digaji," ucapnya.

Maka dari itu, Robert enggan mengusung target tinggi di Piala Menpora. Menurutnya, yang lebih penting adalah para pemain bisa kembali bermain sepakbola.

"Kami belum berlatih dengan kekuatan penuh, untuk memenuhi ekspektasi orang-orang menjadi juara dan hanya berlatih kurang lebih tiga pekan, menurut saya itu berlawanan dengan logika pengetahuan sepakbola saya," tutur pelatih berusia 66 tahun ini.