Persidangan MH17 Belanda ditangguhkan sampai 8 Juni

Den Haag (Reuters) - Persidangan empat pria, yang dituduh melakukan pembunuhan karena menembak jatuh Penerbangan 17 Malaysia Airlines di Ukraina pada 2014, akan ditunda hingga 8 Juni untuk memberi pengacara lebih banyak waktu mempersiapkan pembelaan, demikian diputuskan hakim dalam persidangan di Belanda, Senin (23/3).

Pesawat MH17 itu sedang terbang dari Amsterdam menuju Kuala Lumpur ketika ditembak jatuh oleh rudal, yang ditembakkan dari wilayah yang dikuasai pemberontak pro-Moskow di tengah pertempuran di Ukraina timur, hingga menewaskan semua 298 orang di dalamnya. Rusia membantah terlibat dalam insiden itu.

Para terdakwa berkewarganegaraan Rusia, yaitu Sergey Dubinsky, Oleg Pulatov dan Igor Girkin, dan warga Ukraina Leonid Kharchenko, merupakan pejabat-pejabat senior pada kelompok milisi pro-Rusia di Ukraina timur pada 2014, menurut jaksa penuntut. Mereka menghadapi dakwaan awal berupa pembunuhan dan menyebabkan pesawat jatuh.

Jaksa penuntut mengatakan keempat orang itu membantu mengatur sistem rudal Rusia yang digunakan untuk menembak jatuh MH17 hingga menewaskan semua orang di dalam pesawat sipil tersebut. Sebagian besar dari korban jiwa adalah warga negara Belanda. [nL8N2B34PC]

Pulatov tidak muncul di persidangan tetapi mengirim tim pengacara untuk mewakilinya. Tim pembela menyatakan kepada pengadilan bahwa kliennya sama sekali tidak terlibat dalam kecelakaan itu. Tiga terdakwa lainnya diadili secara in absentia.

Selama sidang pembukaan kasus pada 9 Maret, tim pembela Pulatov mengatakan mereka membutuhkan lebih banyak waktu untuk membaca semua dokumen pengadilan. Pada Senin, hakim Belanda menyetujui kebutuhan itu.

"Pengadilan menunda pemeriksaan kasus Pulatov hingga 8 Juni, pukul 10 pagi, dan pada saat itu pembela sudah bisa bicara," kata hakim ketua, Hendrik Steenhuis.

Dengan demikian, katanya, kasus terhadap tiga terdakwa lainnya, yang sedang diadili secara bersamaan, juga akan ditangguhkan sampai tanggal itu.

Persidangan pada Senin diadakan secara tertutup karena wabah virus corona, tapi disiarkan secara langsung melalui internet.