Persidangan Penembakan Anggota TNI Tidak di Baturaja

Palembang (ANTARA) - Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan mengajukan surat ke Mahkamah Agung meminta persidangan kasus penembakan hingga tewas anggota TNI Batalyon Artileri Medan 76/15 Martapura, Ogan Komering Ulu Timur, tidak digelar di Baturaja untuk menjaga situasi tetap kondusif.

"Kejati sudah melayangkan surat resmi ke Mahkamah Agung beberapa hari lalu untuk meminta dikeluarkannya fatwa agar sidang digelar di Palembang atau bukan di Baturaja, Ogan Komering Ulu," kata Kepala Kejaksaan Tinggi Sumsel, Jhoni Ginting di Palembang, Jumat.

Ia mengemukakan, persidangan itu akan menghadirkan tersangka yang berkasnya belum dilimpahkan ke Kejati terkait penembakan anggota TNI AD Batayon Altileri Medan 76/15 Martapura, Ogan Komering Ulu (OKU) Timur Prajurit Satu Heru Oktavianus (23), yakni Brigadir Polisi Wijaya (29).

Ia mengemukakan, Kota Palembang dijadikan pilihan karena lebih kondusif jika dibandingkan di Kejaksaan Negeri OKU, Baturaja.

Hal itu berkaca dari kejadian pembakaran Mapolres OKU, 7 Maret 2013, oleh sejumlah oknum anggota Yon Armed 76/15 Martapura yang menyebabkan satu orang korban tewas.

Kejadian itu dipicu oleh penembakan yang dilakukan Brigpol Wijaya yang tercatat sebagai personel Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resort OKU pada 27 Januari 2013.

"Jika MA tidak menerima permintaan Kejati maka mau tidak mau tetap dilaksanakan di Baturaja, namun harus dilakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk pengamanan," ujarnya.

Ia menambahkan, faktor keamanan tetap menjadi perhatian utama Kejati sehingga membutuhkan koordinasi dengan Kepolisian Daerah Sumsel dan Polisi Militer (POM) Kodam II Sriwijaya.

"Sementara ini, Kejati Sumsel masih menunggu pelimpahan berkas tahap dua (P21) dari Polda Sumsel untuk segera digelar persidangannya," ujarnya.(rr)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.