Persipura Desak PSSI Pertimbangkan Lagi Sistem Baru untuk Liga 1

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta - Persipura Jayapura belum sepenuhnya bisa menerima sistem anyar Liga 1 2021/2022 yang akan digelar enam series secara bubble to bubble terpusat di Jawa. Manajer Persipura, Ridwan Bento Madubun, menyebut keputusan itu merugikan tim dan para suporter.

PSSI dalam Kongres Tahunan 2021 memutuskan Liga 1 2021/2022 akan digelar enam series dan terpusat di Jawa. Keputusan itu diambil karena situasi Indonesia yang belum sepenuhnya kondusif pandemi COVID-19.

Dalam kongres tersebut juga membahas wacana Liga 1 akan digelar dengan kehadiran penonton secara terbatas yakni sebesar 10 persen dari kapasitas stadion. Bento Madubun menyebut keputusan ini bakal merugikan Persipura Jayapura dan klub-klub luar Jawa.

"Ada kemungkinan yang sedang jadi pertimbangan untuk digelar dengan penonton sebesar 10 persen. Buat kami, ini akan jadi kerugian khususnya tim-tim luar Jawa. Saya di sini tidak hanya berbicara Persipura saja," kata Bento Madubun, Senin (31/5/2021).

"Penontonnya PSM itu ada di Makassar, penontonnya Borneo FC itu ada di Kalimantan, penonton Persipura ada di Papua. Ketika diizinkan dengan penonton sekalipun 10 persen akan tetapi kompetisinya di Jawa, penonton kami tidak mungkin bisa menonton. Ini yang jadi kerugian," tegas Bento.

PT Liga Indonesia Baru (LIB) kabarnya masih akan mematangkan rencana tersebut dan ingin mengajak Persipura Jayapura serta klub-klub peserta lainnya untuk mengikuti pertemuan lanjutan. Kegiatan tersebut rencananya akan digelar pada awal Juni 2021.

Berharap Diubah

Kapten tim Persipura, Boaz Salossa dkk saat latihan di kusuma agro wisata Batu, Malang. (Iwan Setiawan/Bola.com)
Kapten tim Persipura, Boaz Salossa dkk saat latihan di kusuma agro wisata Batu, Malang. (Iwan Setiawan/Bola.com)

Bento Madubun berharap PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) mendengar keluhan Persipura Jayapura untuk mempertimbangkan kembali rencana menggelar Liga 1 2021/2022 terpusat di Jawa. Menurut Bento, kompetisi harus digelar dengan memegang teguh asas keadilan dan tidak ada yang merasa dirugikan.

"Mungkin ini yang perlu dipertimbangkan lagi dari PSSI dan PT LIB. Kalau boleh bersaran atau masukan, dari kami kalau perlu Liga 1 2021/2022 tidak ada penonton," ucap Bento.

"Silakan dirancang dengan baik, namun harus memenuhi unsur keadilan, pemerataan, yang utama adalah profesionalitas. Kalau itu tidak terpenuhi buat kami ya jangan sampai ada klub yang dirugikan. Ini kan kompetisi semua harus merata dan semua harus merasakan hal yang sama," ujar Bento.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini