Persis Solo dan Suporternya Menolak Wacana Turnamen Pengganti Kompetisi

Bola.com, Solo - Klub Liga 2 2020, Persis Solo, terang-terangan menolak wacana PSSI untuk menggulirkan turnamen sebagai pengganti kompetisi musim 2020. Alasannya, Persis menilai turnamen tidak memiliki nilai apapun, terutama tiket promosi dan degradasi sebagai tujuan dari kompetisi.

Turnamen pengganti liga tersebut rencananya digelar pada September 2020. PSSI memunculkan ide itu sebagai opsi jika kompetisi Liga 1 dan Liga 2 musim ini terpaksa diakhiri karena pandemi virus corona.

Seperti diketahui kompetisi sepak bola Indonesia masih ditangguhkan hingga Juni, atau batas waktu masa darurat wabah virus corona oleh pemerintah. Bila masa darurat diperpanjang, kompetisi dinyatakan bubar.

"Kalau hanya turnamen biasa, kami rasa semua klub pasti keberatan. Klub peserta itu kan berlomba untuk bisa promosi atau tampil di kasta tertinggi. Itu adalah inti setiap digelarnya kompetisi," beber manajer tim Persis Solo, Hari Purnomo, kepada Bola.com, Minggu (3/5/2020).

Menurutnya, kompetisi pengganti tidak sebanding dengan persiapan tim selama ini. Persis Solo yang telah menyiapkan skuad sejak November 2019 sebagai bukti keseriusan menyambut Liga 2 2020.

Kabarnya Persis Solo telah menggelontorkan anggaran hingga Rp5 miliar selama pembentukan tim dan masa persiapan menghadapi Liga 2 2020.

"Kami masih berharap kondisi bisa segera membaik sehingga Liga 2 dapat digelar. Termasuk persiapan para tim peserta dan kami selama ini juta tidak menjadi sia-sia," tutur Hari Purnomo.

 

Mau ikuti challenge 5 tahun Bola.com dengan hadiah menarik? Klik Tautan ini.

 

Kompetisi Dilanjutkan

Skuad Persis Solo berfoto bersama dengan Wali Kota FX Hadi Rudyatmo di Balaikota Surakarta, Jumat (13/3/2020). (Bola.com/Vincentius Atmaja)

Senada dengan manajemen klub, kelompok suporter setia Persis Solo, Pasoepati, juga tidak ingin kompetisi bubar. Menurut Pasoepati, menunggu wabah virus Corona mereda adalah pilihan tepat, ketimbang membubarkan kompetisi.

Vietnam atau negara di kawasan Asia Tenggara lainnya dengan serius memerangi penyebaran pandemi COVID-19, sehingga bisa melanjutkan kompetisi sepak bolanya. Ia meyakini Indonesia dapat melakukan hal yang sama.

"Mungkin ada baiknya kita bisa mencontoh negara lain yang sukses memerangi virus corona, sehingga kompetisi bisa bergulir lagi. Kompetisi 2020 jangan dibubarkan, tetap lanjut, meski harus menunggu waktu yang tepat," jelas Presiden Pasoepati, Aulia Haryo Suryo. 

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini