Persita Tangerang, Tim Promosi Paling Moncer di Seri Pertama BRI Liga 1

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - BRI Liga 1 2021/2022 telah menyelesaikan enam pertandingan awal atau menutup seri pertama. Persita Tangerang tampil cukup menawan dan mampu bersaing di papan tengah setelah menjalani enam pertandingan.

Persaingan di BRI Liga 1 sudah terlihat sengit. Sejumlah tim mampu tampil konsisten dan merangsek ke papan atas. Ada pula beberapa tim tradisi namun masih angin-anginan, sehingga belum beranjak dari papak bawah dan tengah.

Menarik pula melihat kiprah tiga klub yang berstatus tim promosi dalam persaingan di awal musim ini. Ketiganya adalah Persik Kediri, Persita Tangerang, dan Persiraja Banda Aceh. Namun, baru Persita yang posisinya cukup mentereng saat ini.

Tim berjulukan Pendekar Cisadane itu berhasil menduduki posisi delapan dengan catatan dua kali menang, dua imbang, dan dua kekalahan. Anak asuh Widodo C Putro punya nilai delapan atau separuh dari pemuncak klasemen.

Apa sih yang membuat Persita Tangerang dapat tampil lebih stabil ketimbang dua tim sesama promosi lainnya? Bola.com memiliki ulasannya.

Hasil Menawan

Dalam empat laga awal BRI Liga 1, Persita bisa dibilang masih angin-anginan. Secara mengejutkan Persita menang atas Persipura (2-1), kemudian kalah dari Persib Bandung (1-2), lantas menang lagi atas Persela Lamongan (1-0). Kekalahan kembali didapat dari Bali United (1-2) pada pekan keempat.

Namun, di dua pertandingan terakhir, Persita berhasil menahan imbang Persija Jakarta (1-1) dan Borneo FC (2-2). Rangkaian hasil itu tidaklah buruk bagi Persita yang berstatus tim promosi. Bahkan saat kalah, Persita selalu defisit satu gol saja.

Berbeda dengan hasil yang dipetik Persik Kediri atau Persiraja Banda Aceh yang menjadi juru kunci BRI Liga 1 saat ini. Persik tak pernah menang lagi di empat laga terakhir, walau sempat mendulang tiga poin di pekan kedua. Posisi mereka ada di urutan ke-15 dengan lima poin.

Bahkan Persik sudah harus berkorban dengan ditinggalkan pelatih kepala. Ya, Joko Susilo mengundurkan diri pada laga keenam, setelah hanya sanggup bermain tanpa gol melawan PSS Sleman. Tim berjulukan Macan Putih juga dalam ancaman masuk zona degradasi.

Adapun Persiraja Banda Aceh paling memprihatinkan karena terbenam di dasar klasemen dengan nilai tiga. Padahal anak asuh Hendri Susilo sempat menggebrak di awal musim, namun perlahan nggembos dengan selalu kalah di empat laga beruntun. Padahal mereka punya striker yang sedang naik daun, Paulo Henrique.

Antarlini yang Kuat

Persija Jakarta memulai paruh kedua dengan intensitas tinggi. Peluang didapatkan sejumlah pemain, namun belum satupun yang bersarang di gawang Persita. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Persija Jakarta memulai paruh kedua dengan intensitas tinggi. Peluang didapatkan sejumlah pemain, namun belum satupun yang bersarang di gawang Persita. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Keberhasilan Persita mampu melejit, satu di antaranya karena kedalaman skuad yang dimiliki. Beruntung bagi pelatih Widodo C. Putro memiliki materi pemain yang matang dan sudah beradaptasi dengan strateginya.

Kekuatan antarlini tim kebanggaan Benteng Viola bisa dikatakan merata walau bukan nama-nama terkenal. Rahmanuddin semakin matang di posisi kiper dengan selalu tampil.

Duet bek Adam Mitter dan Edo Febriansyah sulit ditembus dengan diapit Muhammad Toha dan Saeful Anwar yang punya mobilitas tinggi. Trio Sin Yeong Bae, Taufiq Febrianto, Raphael Maitimo mempunyai ketenangan di lini tengah. Ada juga soson Harisson Cardoso yang langsung nyetel bersama Persita.

Sementara tiga penyerang Ahmad Nur Hardianto, Alex Goncalves, Irsyad Maulana menjadi andalan di lini depan. Meski Persita masih banyak berharap dari sosok Alex Goncalves, pemain yang sebenarnya punya ketajaman seperti ketika berseragam Persela Lamongan musim 2019.

Faktor Pelatih

Pelatih Persita Tangerang, Widodo Cahyono Putro, saat sesi latihan jelang laga Shopee Liga 1 di Stadion Sport Center Tangerang, Kamis, (5/3/2020). Persita akan berhadapan dengan PSM Makassar. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Pelatih Persita Tangerang, Widodo Cahyono Putro, saat sesi latihan jelang laga Shopee Liga 1 di Stadion Sport Center Tangerang, Kamis, (5/3/2020). Persita akan berhadapan dengan PSM Makassar. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Selain itu, kunci lain yang memengaruhi performa Persita tidak terlepas dari peran Widodo C. Putro sebagai pelatih. Ia mampu membuat Persita sebagai tim berkarakter, terutama memiliki mental baja di lapangan.

Taktik dan strategi yang diberikannya berdampak dengan performa Persita yang kini dikenal sebagai tim spesialis bangkit dari ketertinggalan. Beberapa laga dibuktikan Persita yang mencetak gol setelah kebobolan. Seperti saat melawan Persib, Bali United, Persija, dan Borneo FC.

Musim ini menjadi tahun ketiga baginya melatih Persita. Kematangan dan kualitas melatih eks bintang Timnas Indonesia itu makin terasah. Sejak kiprahnya melatih Madura United, Sriwijaya FC, dan Bali United, kematangannya tumbuh bersama Persita.

Yuk Tengok Posisi Persita

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel