Pertagas Akuisisi Infrastruktur Gas di Luar Negeri

Liputan6.com, Jakarta : PT Pertamina Gas (Pertagas), anak usaha PT Pertamina (persero), berencana mengakuisisi infrastruktur gas di luar negeri dengan membeli saham pipa atau pabrik LPG di Papua Nugini dan Korea.

Direktur Utama Pertamina Gas Gunung Sardjono Hadi mengatakan, pembelian saham tersebut akan berbarengan dengan induk usahanya dalam mengakuisisi blok minyak dan gas bumi.

Nantinya, Pertagas bisa membangun pipa untuk menyalurkan gas yang dihasilkan dari blok yang diakuisisi Pertamina.

"Namun prosesnya masih harus kita sampaikan ke persero," kata Gunung, di Kantor Pusat Pertamina, Rabu (13/2/2013).

Dia mengungkapkan, untuk dana investasi Pertagas pada tahun ini sebesar US$  366,47 juta atau sekitar Rp 3,41 triliun.

Namun Gunung enggan menyebutkan berapa dana yang diangarkan untuk melaksanakan proyek akuisisi tersebut. "Jadi anggaran dinamis saja. Kalau ada peluang, bisa pengalihan dana," tegas Gunung.

Dia menuturkan, Pertagas tidak akan mengingkari komitmennya untuk memperioritaskan pengembangan proyek gas dalam negeri.

Pertagas juga tidak akan menutup kemungkinan mengembangkan perusahaannya di luar negeri. "Meski memprioritaskan dalam negeri tidak tertutup kemungkinan akuisisi overseas dilakukan," jelas Gunung.

Selain akuisisi infrastruktur gas, Pertagas masih akan menjalankan proyek, diantaranya ialah seperti pembangunan pipa Arun-Belawan sebesar Rp 2,3 triliun, Gresik dan Semarang sebanyak Rp 293 miliar serta mini LNG di Timur Indonesia Rp 252 miliar. 

Kemudian proyek NBD Rp 214 miliar dan Simenggaris Bunyu Rp 205 miliar. (Pew/Nur)