Pertama di Indonesia, Gadis Down Syndrome Sukses Jadi Model Kecantikan

·Bacaan 2 menit

VIVA – Tidak sedikit perempuan Indonesia merasa minder dengan kondisinya, bahkan lebih daripada itu tidak sedikit dari mereka yang menganggap dirinya tak cantik. Hal itu terjadi lantaran industri kecantikan kerap kali mengglorifikasi kecantikan dengan karakteristik fisik tertentu.

Misalnya kulit putih, hidung mancung, langsing, rambut panjang, dan lain sebagainya. Anggapan itu muncul karena adanya standar kecantikan yang keliru di tengah keseharian kita, yang dibawa oleh pemasaran produk-produk kecantikan.

Ya, jerawat, kulit gelap, dan hal-hal yang sejauh ini dianggap dapat mengurangi nilai kecantikan, sejatinya sesuatu yang normal dimiliki oleh manusia. Bahwasannya, tak ada satu pun manusia yang sempurna, dan ketidaksempurnaan merupakan hal yang dimaklumi karena kita semua #ImPerfectBeauty.

Dilandasi oleh keresahan tersebut, merek produk kecantikan Indonesia, ElshéSkin menggelar kampanye unik dan sarat makna bertema #ImPerfectBeauty, yang menjadi trending topic.

Gerakan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, bahwa setiap perempuan Indonesia memiliki potensi kecantikannya masing-masing. Misalnya, “Walaupun berjerawat jangan sampai kita merendahkan diri sendiri dan orang lain”.

Menariknya, kampanye ini betul-betul mencuri perhatian karena bekerja sama dengan empat model dari perempuan yang biasa kita temui sehari-hari mulai dari ibu rumah tangga sampai penyandang down syndrome.

Pemilihan perempuan down syndrome bukan tanpa alasan. Menurut Cyntha Octavia, CEO ElshéSkin, pihaknya memang memiliki pandangan berbeda terhadap definisi cantik itu sendiri.

Cyntha menuturkan, langkah untuk memilih perempuan down syndrome sebagai model produknya dapat semakin memperjelas anggapan bahwa nilai kecantikan tak pernah memandang apapun dan siapapun.

“Setiap perempuan punya sisi cantiknya tersendiri. Ini tentang bagaimana perempuan bisa percaya diri untuk mengeluarkan dan meng-embrace kecantikannya dengan menyebarkan semangat positif baik untuk dirinya maupun untuk orang lain,” ungkap Cyntha dalam rilis resminya kepada VIVA.

Cyntha menambahkan, bahwa banyak perempuan yang tak sadar bahwa dirinya lebih cantik dari sebatas kondisi fisiknya. “Kamu cantik dengan kekurangan dan kelebihanmu. Let’s embrace our real beauty and our imperfections,” jelas Cyntha.

ElshéSkin pun bekerja sama dengan Namira, 23 tahun, seorang perempuan down syndrome sebagai model kampanyenya, yang terlihat di akun media sosial @elsheskin.

“Dengan menggunakan model penyandang down syndrome, kami ingin membuktikan kepada perempuan Indonesia bahwa mereka yang secara medis dianggap memiliki kekurangan, tetap memiliki sisi cantik pada dirinya, jika Namira bisa membuktikan kepercayaan dirinya tentu kita semua bisa” ujarnya.

Dengan hadirnya kampanye ini, diharapkan apa yang mereka lakukan dapat mengatasi keresahan sekaligus meluruskan pandangan keliru tentang kecantikan bagi seluruh perempuan di Indonesia.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel