Pertama di Indonesia, Inovasi Tes Diagnostik COVID-19 dengan Sampel Air Liur

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Inovasi tes COVID-19 di Indonesia semakin berkembang. Salah satu buktinya dengan peluncuran tes diagnostik COVID-19 karya anak bangsa yang menggunakan sampel air liur (saliva).

Tes diagnostik COVID-19 dengan sampel air liur ini menggunakan metode RT LAMP (Reverse Transcription Loop Mediated Isothermal Amplification) yang dapat mendeteksi secara spesifik asam nukleat yang merupakan material genetik dari virus SARS CoV-2.

RT LAMP adalah tes molekuler yang termasuk dalam kategori NAAT (Nucleic Acid Amplification Test) bersama dengan RT–PCR dan TCM sesuai Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK. 01.07/ MENKES/ 446/2021.

Sebagai tes molekuler, akurasi metode RT LAMP ini jauh lebih baik dibandingkan rapid test antigen yang mendeteksi protein virus seperti disampaikan Presiden Komisaris PT Kalbe Farma Tbk, Irawati Setiady.

Menurutnya, tes pemeriksaan LAMP Saliva ini akan sangat bermanfaat bagi percepatan penanggulangan pandemi COVID-19, membantu pemerintah membuka akses lebih luas lagi, karena mampu menjangkau masyarakat yang tinggal di daerah-daerah dengan minim infrastruktur laboratorium pemeriksaan COVID-19.

“RT LAMP dengan sampel air liur saliva ini menawarkan banyak keunggulan dan kenyamanan bagi pasien, yaitu nyaman dan praktis, akurasi tinggi, cepat dan ekonomis,” kata Irawati dalam keterangan pers Kalbe, dikutip Jumat (19/3/2021).

Ia berharap RT LAMP saliva bisa menjangkau masyarakat lebih luas, sehingga program tracing dan testing bisa berjalan lebih optimal.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Lebih Praktis dari Tes Lainnya

Direktur PT Kalbe Farma Tbk, Sie Djohan menambahkan, peluncuran tes diagnostik COVID-19 dengan sampel saliva menjadi upaya untuk terus mendukung pemerintah mengatasi pandemi COVID-19.

Kehadiran tes inovatif ini bisa menjadi pilihan yang sangat baik karena memiliki performa akurasi tinggi dengan sensitivitas 94 persen dan spesifisitas 98 persen, katanya.

Selain itu. cara pengambilan sampelnya yang hanya dari saliva (air liur), memberikan kenyamanan dan kepraktisan jika dibandingkan dengan tes COVID-19 lainnya yang sudah tersedia saat ini, lanjut Sie.

Sampel saliva tidak membutuhkan alat khusus dan tidak menimbulkan risiko muntah ataupun hidung sensitif, dimana hal ini sangat memudahkan bagi anak-anak dan orang yang hipersensitif.

Terlebih, tes dengan air liur ini memudahkan setiap orang yang sedang berpuasa beberapa waktu ke depan.

Menurut Sie, inovasi ini dikembangkan oleh tim riset dan pengembangan Kalbe yaitu SCI (Stemcell and Cancer Institute) melalui serangkaian proses pengujian sesuai dengan ketentuan.

Kit untuk pemeriksaan tersebut telah mendapatkan izin edar resmi dari Kementerian Kesehatan RI dengan nomor AKD 20303120508 yang diproduksi oleh PT Kalgen DNA dan akan dipasarkan dengan merek ELVA DIAGNOSTIC SARS CoV 2 Saliva Nucleic Acid Test Kit oleh PT Enseval Medika Prima.

“Layanan pemeriksaan baru RT LAMP Saliva bisa didapatkan di Laboratorium Klinik Kalgen Innolab (Laboratorium Kalbe Farma) dengan merk InnoLAMP yang melayani masyarakat umum maupun sebagai rujukan dari fasilitas kesehatan yang Bekerja sama, terutama untuk area Jabodetabek,” tutupnya.

Infografis Seberapa Sering Harus Ikuti Tes COVID-19?

Infografis Seberapa Sering Harus Ikuti Tes Covid-19? (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Seberapa Sering Harus Ikuti Tes Covid-19? (Liputan6.com/Abdillah)

Simak Video Berikut Ini