Pertama Kali Berlaga di Olimpiade, Melani / Mutiara Bertekad Tampil Maksimal

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta - Pasangan pedayung putri andalan Indonesia, Melani Putri/Mutiara Rahma Putri, terus mempersiapkan diri untuk bertanding di Olimpiade Tokyo 2020.

Keduanya pun menggeber latihan di Pengalengan, Jawa Barat. Rencananya, Melani/Mutiara akan bertolak ke Jepang bersama rombongan Kontingen Indonesia, Minggu (17/7/2021) malam WIB.

Bagi Melani/Mutiara, berlaga di Olimpiade 2020 adalah penampilan perdana di pesta olahraga terbesar tersebut. Turun bertanding di nomor Lightweight Women Double Sculls (LWX2), keduanya bertekad tampil maksimal demi Merah-Putih.

"Saya senang dan bangga untuk pertama kali tampil di Olimpiade. Saat ini, saya bersama Mutiara terus menjalani program latihan kecepatan. Di Tokyo nanti, saya akan berusaha tampil maksimal," kata Melani yang dihubungi, Rabu (14/7/2021).

Hal senada juga dilontarkan Mutiara Putri. "Ya, saya sangat senang dan bangga karena pertama kali masuk pelatnas bisa lolos ke Olimpiade Tokyo 2020. Saat ini, saya dan kak Melani terus menjalani program latihan yang diberikan pelatih. Mudah-mudahan kami bisa memberikan yang terbaik," timpal Mutiara.

Di Olimpiade Tokyo 2020, Melani/Mutiara tidak ditargetkan medali. Hal itu pernah diungkapkan Wakil Ketua Umum PB PODSI, Budiman.

"Kita belum berani bicara soal medali. Potensi medali itu bisa diperoleh jika pembinaan berkesinambungan secara intensif paling tidak 15 hingga 20 tahun dari hulu ke hilir. Sekarang pembinaan berjalan tetapi tidak dari hulu ke hilir," ujarnya.

Raih Tiket ke Olimpiade

Pedayung putri Mutiara Rahma Putri/Melani Putri. (NOC Indonesia)
Pedayung putri Mutiara Rahma Putri/Melani Putri. (NOC Indonesia)

Mutiara/Melani lolos ke Olimpiade Tokyo 2020 setelah menempati posisi keempat pada Sea Forest Waterway awal Mei lalu. Mereka mencatat waktu 7 menit 35,71 detik.

Medali emas direbut tuan rumah Jepang, Chiaki Tomita/Ayami Oishi, dengan catatan waktu 7 menit 15,84 detik. Kemudian, pasangan Vietnam, Thi Thao Luong/Thi Hao Dinh (7 menit 17,34 detik) meraih medali perak dan Zeinab Norouzi Tazeh Kand/Kimia Zarei dari Iran (7 menit 23,86 detik) meraih medali perunggu.

"Tadinya, ada tiga kuota di nomor LWX2 yang diperebutkan. Berhubung Iran sudah resmi memastikan tiket Olimpiade, jadi posisi Indonesia naik dan lolos kualifikasi," terang Budiman.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel