Pertama Kali dalam 30 Tahun, Indeks Jepang Nikkei Lewati Posisi 30.000

·Bacaan 2 menit
Karyawan melihat layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Pada hari ini, IHSG melemah pada penutupan sesi pertama menyusul perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Tokyo - Bursa saham Asia Pasifik menguat pada perdagangan saham Senin, (15/2/2021). Hal itu ditopang rilis data ekonomi Jepang yang positif.

Di Jepang, indeks saham Nikkei 225 menguat hingga lewati level 30.000 untuk pertama kali dalam lebih dari 30 tahun. Hal itu berdasarkan data Refinitiv.

Indeks saham Jepang Nikkei 225 menguat 1,91 persen ke posisi 30.084,15. Sementara itu, indeks saham Jepang Topix mendaki 1,04 persen ke posisi 1.953,94. Demikian dilansir dari CNBC.

Penguatan indeks saham Nikkei itu ditopang rilis data ekonomi Jepang. Negeri Matahari Terbit itu mencatat pertumbuhan ekonomi 12,7 persen pada Oktober-Desember 2020. Angka pertumbuhan ekonomi itu lebih tinggi dari konsensus ekonom sebanyak 0,5 persen.

Secara keseluruhan ekonomi Jepang susut 4,8 persen pada 2020. Angka ini lebih kecil dari perkiraan Dana Moneter Internasional (IMF). Sebagai perbandingan, ekonomi AS susut 3,5 persen pada 2020, sedangkan Jerman alami kontraksi sekitar 5 persen.

"Kinerja yang solid menegaskan ekonomi terus pulih dari penurunan yang disebabkan pandemi COVID-19,” ujar Ekonom Senior Oxford Economicis, Stefan Angrick, seperti dikutip dari CNN, Senin pekan ini.

Ia menuturkan, data frekuensi tinggi menunjukkan momentum berkurang seiring peningkatan kasus COVID-19 pada Desember 2020. Jepang bergulat dengan gelombang infeksi COVID-19 yang sebabkan pemerintah memberlakukan keadaan darurat di beberapa bagian negara.

Ia mengharapkan langkah pemulihan ekonomi pada 2021 terutama sejak pencabutan awal pembatasan yang mungkin terjadi. Selain itu, Jepang juga baru saja memberikan persetujuan pertama untuk vaksin COVID-19. Jepang memberi lampu hijau untuk suntikan Pfizer untuk vaksin COVID-19.

"Pada tahap ini prospek Jepang terlihat lebih baik dari risiko negatif mulai memudar. Tidak hanya kasus lokal dari gelombang ketiga melewati puncaknya, tetapi persetujuan vaksin Pfizer merupakan perkembangan yang signifikan akan memungkinkan dorongan,” kata Ekonom Moodys. Shahana Mukherjee.

Ia menuturkan, pihaknya mempertahankan pandangan optimistis terhadap pemulihan ekonomi Jepang dengan catatan vaksin dilakukan tanpa gangguan.

Selain itu, Jepang bukan satu-satunya negara yang melaporkan data produk domestik bruto (PDB) yang lebih baik. Pada Senin, Thailand dan Singapura sama-sama mencatat pertumbuhan ekonomi yang solid. “Ini membantu membangun kepercayaan investor,” ujar Analis OANDA, Jeffrey Halley.

Bursa Saham Lainnya Menguat

Sementara itu, indeks saham Korea Selatan Kospi naik 1,5 persen ke posisi 3.147. Indeks saham Australia atau ASX 200 mendaki 0,91 persen ke posisi 6.868,90. Indeks saham MSCI Asia Pasifik di luar Jepang mendaki 0,57 persen. Sedangkan bursa saham China, Hong Kong, Taiwan libur dalam rangka perayaan Imlek.

Di pasar komoditas, harga minyak Brent berjangka menguat 1,52 persen ke posisi USD 63,38 per barel. Harga minyak AS berjangka menguat dua persen ke posisi USD 60,66 per barel. Indeks dolar AS di kisaran 90,34, melemah dari awal bulan ini 91,2. Yen Jepang diperdagangkan di kisaran USD 105,09 per dolar AS.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini