Pertama Kali Dikunjungi Jokowi, Ini Fakta Tentang Istana Tampaksiring

Merdeka.com - Merdeka.com - Libur Lebaran 2022 jadi kali pertama Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyambangi Istana Kepresidenan Tampaksiring, Bali sejak dilantik. Istana ini merupakan satu-satunya Istana yang dibangun setelah Kemerdekaan Indonesia.

Dikutip dalam laman setneg.go.id, Istana Tampaksiring dibangun secara bertahap. Istana satu-satunya dibangun setelah kemerdekaan Indonesia.

Hasil karya arsitek, R.M. Soedarsono. Bangunan pertama berdiri pada tahun 1957 yaitu Wisma Merdeka dan Wisma Yudhistira. Pembangunan berikutnya tahun 1958.

Selanjutnya untuk kepentingan kegiatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN XIV diselenggarakan di Bali pada 7-8 Oktober 2003, dibangun gedung baru dilengkapi dengan berbagai macam fasilitas untuk pelaksanaan konferensi.

Dilakukan renovasi Balai Wantilan, fasilitas yang ditambah yaitu gedung untuk konferensi, resepsi, serta Balai Wantilan sebagai gedung pagelaran kesenian.

Bagian dan Fungsi Istana

Kompleks Istana Kepresidenan Tampaksiring terdiri dari lima gedung utama dan satu pendopo. Dua gedung utama diberi nama Wisma Merdeka dan Wisma Negara. Kemudian tiga gedung utama lainnya adalah Wisma Yudhistira, Wisma Bima, dan ruang Konferensi, serta Balai Wantilan.

Wisma Merdeka, seluas 1.200 m2, bagian-bagian ruangannya adalah ruang tidur I dan II presiden, keluarga, ruang tamu dan ruang kerja. Ruangan dihiasi patung-patung, lukisan lukisan pilihan, dan perabotan-perabotan yang serasi dengan nuansa dan fungsi wisma.

Kemudian ruang tamu Wisma Merdeka berfungsi sebagai tempat menerima tamu negara. Dari sebelah kiri ruang tamu ke arah kaki bukit terlihat kompleks pura yang anggun. Memiliki latar air bersih yang terus mengalir dari mata air Tirta Empul. Riwayat terjadinya Tirta Empul ini direkam ke dalam hiasan relief khas Bali di dinding kanan serambi belakang wisma.

Wisma Negara mempunyai luas 1.476 m2. Dalam gedung ini terdapat ruang tamu negara. Bagian utama sama dengan bagian utama Wisma Merdeka. Antara Wisma Merdeka dengan Wisma Negara dihubungkan oleh jembatan penghubung sepanjang 40 meter dan lebar 1.5 meter.

Tamu-tamu negara dari negara-negara sahabat datang berkunjung untuk membina persahabatan. Mereka selalu diantar melalui jembatan. Itulah sebabnya, jembatan ini disebut Jembatan Persahabatan.

Wisma Yudhistira, terletak di sekitar tengah kompleks Istana Tampaksiring, luasnya 1.825 m2. Wisma ini merupakan tempat menginap rombongan presiden atau rombongan tamu negara yang sedang berkunjung. Kamar-kamar yang ada di sini juga dimaksudkan sebagai tempat beristirahat. Wisma ini juga memiliki ruangan untuk para petugas yang melayani presiden beserta keluarga dan para tamu negara.

Wisma Bima terletak di sebelah barat laut Wisma Merdeka, luasnya 2.310 m2. Selesai dibangun pada 1963. Nama Wisma diambil dari nama putra kedua pendawa, wisma ini berfungsi sebagai tempat beristirahat para pengawal serta petugas yang melayani presiden beserta keluarga atau tamu negara beserta pengiringnya.

Balai Wantilan Tempat Kesenian

Bangunan lain yang penting di lingkungan Istana yaitu pendopo/Balai Wantilan. Berarsitektur khas Bali, tempat ini berfungsi sebagai pagelaran kesenian. Berbeda dengan bangunan-bangunan lain di dalam kompleks istana ini, balai ini beratap ilalang dan tiang-tiangnya berupa batang pohon kelapa dengan ukiran khas Bali.

Di bagian depan terdapat panggung pertunjukkan kesenian yang berlatar belakang pintu gapura Candi Bentar. Di kiri dan kanan depan panggung terdapat patung burung Garuda dan di bagian belakang ruangan berdiri patung kayu melukiskan raksasa Kumbakarna (adik Rahwana).

Raksasa yang sedang dikerubuti banyak kera, tetapi semuanya dipahat dari satu pokok kayu. Dinding belakang dihiasi relief yang merupakan cuplikan cerita Ramayana. Selain itu, di dekat panggung terdapat patung seorang penari Bali yang gaunnya terbuat dari uang kepeng (uang logam).

Wisma Merdeka Tempat Soekarno Mencari Inspirasi

Salah satu Bagian dari Istana Kepresidenan Tampaksiring, yaitu Wisma Merdeka. Pada masa Presiden Soekarno, tempat ini difungsikan sebagai tempat mencari inspirasinya, merumuskan pemikiran-pemikiran, serta menuliskan pidato-pidatonya.

Seiring berjalannya waktu, fungsi dari Istana Kepresidenan Tampaksiring mengalami perkembangan. Selain sebagai tempat pelaksanaan kegiatan-kegiatan Kepresidenan, Istana Kepresidenan Tampaksiring juga berfungsi sebagai tempat pariwisata. Masyarakat umum dapat mengunjungi Istana Tampaksiring dalam waktu-waktu tertentu.

Tak hanya di Bogor, Istana Kepresidenan Tampaksiring juga memiliki hewan peliharaan Kijang. Hewan itu dibawa berasal dari Istana Bogor dan terdiri atas dua jenis yaitu Kijang Totol dan Kijang Bawean. Sampai September 2006, perkembangan populasi Kijang Totol mencapai 138 ekor dan Kijang Bawean 12 ekor, total keseluruhan 150 ekor jantan dan betina.

Menyajikan Pemandangan Indah

Istana itu juga memiliki pemandangan alam yang indah. Di sebelah utara tampak Gunung Batur dan agak ke arah timur tampak Gunung Agung.

Di atas tanah yang berbukit itulah berdiri bangunan-bangunan utama istana. Sekeliling Istana terhampar kawasan yang asri diselingi dengan perkampungan khas Bali serta persawahan berteras-teras yang seolah-olah dipahat di punggung-punggung bukit.

Istana ini sejak awal berfungsi sebagai tempat peristirahatan bagi presiden dan keluarga. Tamu negara pertama kali menginap pada tahun 1957 adalah Raja Bhumibol Adulyadej dari Thailand datang bersama Permaisurinya, Ratu Sirikit.

Tamu-tamu negara yang pernah berkunjung ke istana ini antara lain adalah: Presiden Ne Win dari Birma, Presiden Tito dari Yugoslavia, Presiden Ho Chin Minh dari Vietnam, Perdana Menteri Nehru dari India, Perdana Menteri Khruschev dari Uni Soviet, Ratu Juliana dari Negeri Belanda, dan Kaisar Hirohito dari Jepang. [fik]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel