WHO Pertama Kali Rilis Daftar Jamur Berbahaya, Salah Satunya Tewaskan Jutaan Orang

Merdeka.com - Merdeka.com - Badan Kesehatan Dunia (WHO) pertama kalinya mengeluarkan daftar jamur (fungi) yang dapat mengancam kesehatan manusia. Dalam daftar itu, terdapat jamur-jamur berbahaya yang diketahui mudah menyebarkan patogen-patogen, kebal terhadap pengobatan, dan mematikan untuk manusia.

Dalam daftar berisi 19 jamur berbahaya itu, terdapat empat jamur yang diketahui membunuh sekitar 1.3 juta manusia dan menyebabkan lima juta kematian setiap tahun. WHO pun menamakan empat jamur itu sebagai "prioritas kritis".

Banyak kematian yang disebabkan jamur itu terjadi pada orang yang menderita penyakit HIV, kanker, TBC, dan kondisi-kondisi yang menyebabkan lemahnya imun tubuh. WHO mengungkap kematian yang disebabkan jamur itu dapat jauh lebih tinggi karena tidak semua kematian tercatat.

"Intinya adalah infeksi jamur invasif menjadi lebih umum, tetapi sering kali mereka tidak dikenali pada pasien dan tidak diobati dengan benar. Kami tidak memiliki pengertian yang sebenarnya tentang ukuran masalah," jelas Dr. Carmem L. Pessoa-Silva, pejabat WHO bidang pengawasan dan pengendalian penyakit, seperti dikutip dari The New York Times, Kamis (27/10).

WHO mengajak masyarakat dunia, negara-negara, pengembang obat, para dokter dan ahli kesehatan untuk beraksi melawan jamur-jamur itu.

Perubahan iklim dinyatakan WHO sebagai salah satu penyebab perkembangan jamur-jamur. Alat-alat yang dipakai untuk merawat pasien Covid-19 pun juga diyakini menjadi tempat berkembang biaknya salah satu jamur berbahaya, seperti jamur Candida auris.

Di India, jamur Mucromycosis atau jamur hitam (the black fungus) berkembang pesat pada pasien-pasien Covid-19. Bahkan beberapa pasien membutuhkan operasi wajah untuk mengangkat jamur-jamur yang melekat.

Jamur-jamur pun sekarang lebih kebal melawan pengobatan. Ilmuwan mengatakan peningkatan kekebalan pada jamur, seperti jamur Aspergillus fumigatus sangat berbahaya bagi mereka yang imun tubuhnya lemah.

Penggunaan fungisida berlebih pada tanaman diyakini menyebabkan jamur-jamur itu kebal melawan pengobatan.

Ilmuwan memperingatkan ketika jamur berhasil menginfeksi tubuh dan memasuki pembuluh darah, maka pengobatan pun akan menjadi semakin sulit. Jamur dari keluarga Candida, seperti Candida auris misalnya memiliki tingkat kematian 30 persen.

Jamur lainnya yang diidentifikasi sebagai ragi di Jepang pada 2009 lalu, adalah salah satu jamur yang kebal terhadap pengobatan.

Infeksi jamur berbahaya pun hanya memiliki empat kelas pengobatan. Obat untuk merawat infeksi jamur di pembuluh darah pun hanya sedikit, jelas pejabat WHO lainnya, Dr Hatim Sati.

Dr Cornelius J. Clancy dari Sistem Perawatan Kesehatan Pittsburgh menjelaskan penyebaran jamur berbahaya terjadi karena infeksi jamur yang telah lama diabaikan.

Kepala Aksi Global untuk Infeksi Jamur, Dr David Denning mengungkap pengawasan yang buruk adalah akar dari pengabaian itu. Bagi dia, banyak orang yang dapat diselamatkan dari infeksi jamur, tetapi gagal karena pasien sering tidak diobati.

Kesalahan diagnosis penyakit pun sering terjadi kepada pasien yang sebenarnya terinfeksi jamur berbahaya.

Berikut jamur-jamur berbahaya dari laporan, yaitu Cryptococcus neoformans, Candida auris, Aspergillus fumigatus, Candida albicans, Nakaseomyces glabrata (Candida glabrata), Histoplasma spp., Eumycetoma causative agents, Mucorales, Fusarium spp., Candida tropicalis, Candida parapsilosis, Scedosporium spp., Lomentospora prolificans, Coccidioides spp., Pichia kudriavzeveii (Candida krusei), Cryptococcus gattii, Talaromyces marneffei, Pneumocystis jirovecii, dan Paracoccidioides spp.

Reporter Magang: Theofilus Jose Setiawan [pan]