Pertama Kalinya Presiden Lantik Gubernur Yogya

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan melantik Sultan Hamengku Buwono X menjadi Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta dan Paku Alam IX menjadi Wakil Gubernur Yogyakarta pada Rabu pagi, 10 Oktober 2012. "Sejak kemerdekaan, ini pelantikan Gubernur Yogyakarta pertama kalinya oleh Presiden," kata Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi di Jakarta, Selasa, 9 Oktober 2012.

Pelantikan tersebut akan dilakukan oleh Presiden di sela kunjungan kerjanya di Kota Pelajar. Siang harinya, Presiden akan melanjutkan kerja dengan membuka Rapat Koordinasi Pimpinan Badan Usaha Milik Negara. Berdasar informasi yang dihimpun Tempo, rombongan kepresidenan akan berada di Kota Pelajar hingga Kamis pagi, 11 Oktober 2012.

Menurut Gamawan, selama ini Gubernur Yogyakarta tidak pernah dilantik. Masa tugas Sultan menjadi gubernur biasanya cukup melalui surat perpanjangan. Namun, dengan adanya Undang-Undang Keistimewaan DI Yogyakarta, Sultan dan Paku Alam harus dilantik. Besok juga pertama kalinya seorang gubernur dilantik oleh Presiden.

Biasanya gubernur provinsi lain cukup dilantik Menteri Dalam Negeri. "Pelantikan (Gubernur DI Yogyakarta) harus Presiden, kalau berhalangan baru Wakil Presiden, kalau berhalangan juga baru Menteri Dalam Negeri," kata Gamawan. Dikutip dari laman Presidensby.info, Presiden dan Ibu Negara Ani Yudhoyono akan menginap di Istana Kepresidenan Yogyakarta atau Gedung Agung.

Turut mendampingi Presiden, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Djoko Suyanto; Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono; Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi; Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi; dan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Amir Syamsuddin.

ARYANI KRISTANTI

Berita populer:

SBY Bela KPK

Polri: 5 Penyidik KPK Wajib Lapor Rabu Besok

Diberi Lampu Hijau, KPK Tancap Gas Kasus Simulator

Kasus Novel Baswedan Ditengarai Janggal

Bondan Prakoso Tak Ikutan Demam #Save KPK

Kasus Simulator SIM Sepenuhnya ''Milik'' KPK

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.