Pertamedika IHC ambil alih saham bersyarat RS BUMN

Budi Suyanto

PT Pertamina Bina Medika IHC menyampaikan bahwa penandatanganan perjanjian pengambilalihan saham bersyarat dengan tujuh BUMN pemilik rumah sakit menandai proses pembentukan holding RS BUMN.

Direktur Utama Pertamedika IHC, Fathema Djan Rahmat di Jakarta, Selasa mengatakan bahwa konsolidasi rumah sakit milik BUMN merupakan sinergi untuk membangun fondasi yang kuat dalam holding RS.

"Kami berkomitmen menyelesaikan fase selanjutnya dalam waktu dekat ini, sehingga nanti Indonesia Healthcare Corporation akan menjadi rumah sakit jaringan terbesar di Indonesia," katanya.

Baca juga: Cek fakta: Direktur holding RS BUMN Pertamedika adalah warga Australia?

Ia menambahkan "value of synergy & value of creation" yang tercipta dalam proses konsolidasi ini akan menciptakan peluang besar pertumbuhan dan pemulihan ekonomi dari healthcare industry sector.

Sejauh ini, lanjut dia, dipetakan beberapa strategi untuk pengembangan grup IHC kedepannya terkait peningkatan pelayanan, operasional, inovasi teknologi dan keseluruhan value chain.

Ia mengemukakan, beberapa inisitatif untuk mendukung strategi itu antara lain meningkatkan efisiensi untuk pengadaan obat dan alat kesehatan, digitalisasi, pengembangan laboratorium dan klinik klinik.

Penandatanganan perjanjian pengambilalihan saham bersyarat antara PT Pertamina Bina Medika IHC dengan tujuh BUMN pemilik tujuh PT Rumah Sakit BUMN, yakni PT Krakatau Steel (Persero) Tbk sebagai pemegang saham PT Krakatau Medika.

Baca juga: Kasus Covid turun, Dirut Pertamedika IHC imbau publik tetap waspada

Kemudian, PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) sebagai pemegang saham PT Rumah Sakit Pelabuhan, PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) sebagai pemegang saham PT Pelindo Husada Citra, PT Perkebunan Nusantara X sebagai pemegang saham PT Nusantara Medika Utama.

PT Perkebunan Nusantara XI sebagai pemegang saham PT Nusantara Sebelas Medika, PT Perkebunan Nusantara XII sebagai pemegang saham PT Rolas Nusantara Medika, dan PT Timah Tbk sebagai pemegang saham PT Rumah Sakit Bakti Timah.

Pembentukan Grup Indonesia Healthcare Corporation (IHC) yang dipimpin oleh Pertamedika IHC ini bertujuan untuk memperluas cakupan wilayah pelayanan serta mengembangkan cakupan pasar Rumah Sakit BUMN Indonesia hingga mencapai 80 persen dalam lingkup pasar BUMN.

Jumlah rumah sakit yang akan dikelola dalam grup IHC ini akan meningkat dari sebelumnya 14 RS menjadi 35 RS dan akan terus bertambah setelah selesainya implementasi roadmap Holding RS BUMN.

Fathema Djan Rahmat mengatakan konsolidasi 35 RS ini akan meningkatkan kapasitas grup IHC dengan jumlah lebih dari 4.500 tempat tidur di berbagai wilayah Indonesia, hal ini akan mendorong pengembangan skala bisnis secara signifikan dan pengembangan jangkauan cakupan usaha Grup IHC di Indonesia, bahkan kedepannya diharapkan dapat ekspansi ke negara tetangga.