Pertamina Ancam SPBU Penimbun BBM

  • Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    Tempo
    Lima Ribu Hektare Sawah Hilang untuk Jalan Tol

    TEMPO.CO, Surakarta - Pembangunan jalan tol yang menghubungkan dua kota terbesar di Indonesia, Jakarta dan Surabaya, berdampak menyusutnya lahan pertanian. …

  • Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    TRIBUNnews.com
    Orang Indonesia Rentan Menjadi Miskin

    TRIBUNNEWS.COM - Sekitar 75 persen dari penduduk Indonesia memenuhi kehidupannya dengan uang kurang dari 4 dollar AS per hari. …

  • Potensi hasil laut senilai Rp 360 triliun raib

    Potensi hasil laut senilai Rp 360 triliun raib

    Merdeka.com
    Potensi hasil laut senilai Rp 360 triliun raib

    MERDEKA.COM. Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) menilai, sejak Presiden SBY mengeluarkan Instruksi Presiden No.15 Tahun 2011 tentang Perlindungan Nelayan, armada perikanan nasional justru bertumpuk di perairan kepulauan. …

TEMPO.CO, Surabaya- PT Pertamina Region V Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara mengancam menghukum stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang terlibat penimbunan bahan bakar minyak bersubsidi. Aksi penyelewengan BBM dikhawatirkan semakin marak menjelang kenaikan harga.

Asisten Manager External Relation Marketing Operation Region V Jatim, Bali Nusa, Eviyanti Rofraida, mengatakan sanksi tersebut bisa berupa skorsing satu minggu hingga sebulan. »SPBU juga akan diwajibkan membayar bahan bakar yang hilang dengan harga nonsubsidi,” kata Eviyanti dalam Coffee Talk, Mengurai Permasalahan Pengendalian BBM, Kamis, 2 Mei 2013.

Menurutnya, Pertamina mewaspadai modus-modus penimbunan yang biasa dilakukan. Modus itu antara lain mengisi kendaraan lalu menimbunnya untuk keperluan industri, memodifikasi kendaraan agar bisa memuat lebih banyak. Bisa juga kendaraan pengangkut BBM lebih dulu ‘kencing’ sebelum sampai di kota tujuan. »Beberapa kasus terbukti melibatkan SPBU,” kata Eviyanti.

Eviyanti mencontohkan sebuah SPBU di Tuban yang kedapatan terlibat dalam penimbunan bahan bakar. Eviyanti mengaku jika terjadi kebocoran, Pertamina yang menanggung. Padahal keuntungan terbesar Pertamina bukan di pengelolaan tapi di penjualan. Karena itu, Pertamina setuju perlunya sistem monitoring dan pengendalian BBM.

Wakil Ketua Himpunan Pengusaha Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Jawa Timur, Airlangga mengatakan tidak mempermasalahkan pemberlakuan sanksi bagi SPBU nakal. Hanya saja, Airlangga meminta kejelasan regulasi. "Jangan cuma larang-larang, tapi juga beri solusi," ujarnya.

Soal kenaikan harga BBM, misalnya. Pemerintah, menurut Airlangga, harus segera memberikan kepastian agar tidak terjadi panik beli (rush). Hiswana Migas mengharapkan pemerintah memutuskan satu harga BBM.

AGITA SUKMA LISTYANTI

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...