Pertamina Bakal Ubah Kilang BBM untuk Olah Bio Massa dari Kelapa Sawit

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - PT Pertamina (Persero) berencana mengalihfungsikan kilang minyak yang saat ini mengolah Bahan Bakar Minyak (BBM) menjadi kilang hijau (green refinery) yang mengolah bio massa dari kelapa sawit. Langkah ini dalam rangka mendukung penggunaan energi hijau.

"Kita akan melakukan konversi dari kilang yang ada mejadi green refinery yang sifatnya menghasilkan bio massa dari kelapa sawit," kata Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati di Jakarta, Rabu (14/7/2021).

Bos Pertamina ini akan mengoptimalkan alihfungsi kilang ini dengan pengolahan sawit. Sebagaimana diketahui, Indonesia menjadi salah satu penghasil sawit ternama di dunia.

"Kita bangun beberapa lokasi lain, nanti kita optimalkan sawit yang ada di Indonesia," kata dia.

Untuk itu, sawit bisa menjadi salah satu energi pokok yang bisa digunakan untuk subtitusi energi dan transportasi

"Sawit bisa jadi salah satu energi pokok untuk subtitusi transportasi atau (penggunaan) energi," kata dia,

Pada tahun 2025 direncanakan akan terkonversi 6-100 KTPA kilang biasa menjdi kilang hijau. Pembangunan kilang ini akan dilakukan di beberapa lokasi.

Tingkatkan Kapasitas Bio Energi

Pertamina Pastikan Pembangunan Kilang RDMP Cilacap Tetap Jalan (dok: Pertamina)
Pertamina Pastikan Pembangunan Kilang RDMP Cilacap Tetap Jalan (dok: Pertamina)

Selain itu Pertamina juga akan meningkatkan kapasitas pembangkit bio energi. Terdiri dari biogas 153 MW, bio blending gasoil & gasoline, blocrude dan ethanol 1,000 KTPA on stream pada tahun 2025.

Realiasasi tersebut diperkirakan akan membantu Indonesia untuk tidak lagi mengimpor gasolin. Meskipun saat ini kontribusi penggunaanya mencapai 25 persen.

"Dari itu semua, pemerintah pada 2030 ini sudah tidak ada impor gasolin," kata dia.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel