Pertamina Bangun 3 Anjungan di Blok Mahakam Senilai Rp1,52 Triliun

Fikri Halim, Mohammad Yudha Prasetya
·Bacaan 2 menit

VIVAPT Pertamina Hulu Mahakam atau PHM, selaku operator di Wilayah Kerja Mahakam yang didukung SKK Migas dan PT Pertamina Hulu Indonesia selaku induk usaha, mengumumkan dimulainya pekerjaan konstruksi tiga anjungan lepas pantai untuk Lapangan Sisi Nubi dan South Mahakam.

Proyek itu menelan investasi sebesar US$105 juta atau setara dengan Rp1,52 triliun (kurs rupiah Rp14.500 per dolar AS).

"Proyek dengan investasi sebesar US$105 juta itu akan mendukung 20 persen produksi WK Mahakam pada tahun 2024," kata PTH Direktur Utama PHM, Danar Dodjoadhi, lewat keterangan tertulis, Rabu 29 Juli 2020.

Baca juga: Harga Pertalite Turun Jadi Rp6.450 per Liter, Apa Kata Warga?

Pengumuman dimulainya pekerjaan ini dilakukan melalui penandatanganan kontrak Engineering, Procurement, Supply, Construction and Commissioning (EPSCC), bersama dengan PT Meindo Elang Indah di Jakarta pada Senin, 27 Juli 2020.

Dalam upacara yang dilaksanakan secara daring itu, Danar Dodjoadhi dan Direktur PT Meindo Elang Indah, Stephanie Chan, menandatangani kontrak EPSCC dengan disaksikan oleh Plt Deputi Pengendalian Pengadaan SKK Migas, Sulistya Hastuti Wahyu.

"Kami berharap, pada saat produksi puncak, kontribusi dari ketiga anjungan ini diharapkan akan mencapai 120 MMSCFD," ujarnya.

Baca juga: Dahlan Iskan Bicara Taktik Pertamina Bangun Kilang Rp450 Triliun

Direktur Utama PHI, Chalid Said Salim, menyampaikan kegembiraannya karena pemenang kontrak ini adalah perusahaan dalam negeri. "Hal ini penting untuk meningkatkan kapasitas perusahaan nasional, agar memiliki kemampuan tidak hanya di kancah nasional namun juga global," kata Chalid.

Lebih lanjut, Chalid mengatakan bahwa kontrak EPSCC ini merupakan bagian penting dalam kegiatan produksi migas di WK Mahakam. "Nilai kontrak yang mencapai US$105 juta ini memiliki durasi 18 bulan, dengan komitmen TKDN sebesar 51,2 persen," ujarnya.

Sebagai informasi, ketiga anjungan yang akan dibangun itu adalah Jumelai yang akan dipasang di Lapangan South Mahakam, serta North Sisi dan North Nubi untuk Lapangan Sisi Nubi.

Proyek yang dinamai JSN ini diharapkan selesai pada kuartal IV tahun 2021. Dalam proyek JSN ini, PHM juga membuat berbagai upaya efisiensi dari sisi desain sehingga anjungan yang dibangun lebih ringan 66 persen, disesuaikan dengan kapasitas cadangan gas yang ada.

Gas yang diproduksi dari proyek JSN ini, nantinya akan disalurkan ke kilang pengolahan PT Pertamina Refinery Unit (RU) 5 di Balikpapan.